Senin, 26 Agustus 2013

Skripsi Keperawatan – Pengaruh Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik pada Pasien Waham Terhadap Kemampuan Menilai Realita di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan

Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengaruh Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik pada Pasien Waham Terhadap Kemampuan Menilai Realita di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Waham merupakan salah satu masalah keperawatan utama yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Daerah Pemprovsu Medan. Untuk mengatasi masalah waham, perawat dapat memberikan tindakan keperawatan dengan menggunakan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik waham.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi terhadap kemampuan pasien waham dalam menilai realita dengan menggunakan uji t-test. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian desain One Group Pretest Posttest, dengan jumlah sampel 15 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang dilakukan adalah dengan menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi untuk melaksanakannya pada kelompok intervensi yang terdiri dari tiga sesi pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur kemampuan kemampuan kognitif dengan metode wawancara dan lembar observasi penilaian kemampuan psikomotor yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.

Hasil penelitian paired-test menunjukkan hasil yaitu p = 0.000 (p < 0.05), artinya ada perbedaan kemampuan kognitif dan psikomotor pasien dalam menilai realita pre-post test pada kelompok intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan strategi pelaksanaan komunikasi waham dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor pasien dalam menilai realita. Disarankan peneliti berikutnya untuk meneliti pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi pasien waham dalam kemampuan menilai realita dengan menggunakan kelompok banding (kontrol).

Skripsi Keperawatan – Koping Ibu Post Partum Dengan Kelahiran Bayi BBLR di RSUP Haji Adam Malik Medan

Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Koping Ibu Post Partum Dengan Kelahiran Bayi BBLR di RSUP Haji Adam Malik Medan. Koping adalah mekanisme untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Apabila mekanisme koping ini berhasil, seseorang akan dapat beradaptasi terhadap perubahan atau beban tersebut.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme koping ibu yang memiliki bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang menjalani perawatan intensif di ruang NICU/Perinatologi Rumah Sakit Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan melibatkan 20 orang ibu post partum dengan kelahiran bayi BBLR. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas (85%) responden mempunyai mekanisme koping adaptif dan (15%) mempunyai mekanisme koping maladaptif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa mayoritas responden mempunyai koping adaptif. Perawat diharapkan dapat membantu dan mendukung ibu yang memiliki BBLR yang dirawat di NICU agar mengenali dan menggunakan mekanisme koping adaptif. Untuk penelitian selanjutnya di harapkan dapat meneliti pada jumlah sampel yang banyak atau tentang sumber-sumber stres yang dapat mempengaruhi koping ibu post partum dengan kelahiran bayi BBLR, agar penelitian ini lebih sempurna.

Skripsi Keperawatan – Gambaran Kebutuhan Keluarga Pasien Yang Menunggu Keluarganya Di Ruang Rawat ICU RSUP Haji Adam Malik Medan

Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Gambaran Kebutuhan Keluarga Pasien Yang Menunggu Keluarganya Di Ruang Rawat ICU RSUP Haji Adam Malik Medan. Kebutuhan keluarga adalah unsur yang dibutuhkan oleh anggota keluarga dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis individu-individu dalam keluarga tersebut yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kebutuhan keluarga pasien yang menunggu keluarganya di ruang rawat ICU RSUP Haji Adam Malik Medan dengan menggunakan desain deskripsi eksploratif. Sampel penelitian ini sebanyak 94 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Dari penelitian diperoleh hasil mayoritas responden mengemukakan bahwa kebutuhan keluarga pasien di ruang rawat ICU adalah berupa terpenuhinya kebutuhan informasi, dukungan mental, rasa nyaman, kedekatan dengan pasien, dan jaminan pelayanan.

Terpenuhinya kebutuhan informasi berupa mengetahui kestabilan pasien (82%), perkembangan penyakit pasien (93%), rencana pengobatan (89%), mengetahui alasan tindakan dilakukan (81%), mengetahui kondisi pasien setelah tindakan (85%), kebutuhan dukungan mental berupa mendapat jawaban yang tepat (86%), perhatian staf ICU terhadap keluarga pasien (46%), berkonsultasi tentang kondisi pasien setiap hari (69%), ada pelayanan rohaniwan (33%), Kebutuhan tersedianya lingkungan yang aman dan nyaman bagi keluarga (68%), ada pemberitahuan ke rumah bila terjadi perubahan kondisi pada pasien (20%), ruang tunggu dilengkapi dengan televisi dan media cetak (38%).

Kebutuhan untuk dekat dengan pasien berupa dapat menjenguk pasien di ruang ICU secara teratur (85%), keluarga dapat membantu merawat fisik pasien (59%), keluarga diizinkan memberi dukungan kepada pasien (89%). Kebutuhan jaminan pelayanan berupa merasakan adanya harapan bahwa pasien akan sembuh (96%), mengetahui tindakan yang dilakukan untuk kesembuhan pasien (91%), perawatan terbaik diberikan kepada pasien (91%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak managemen di Rumah Sakit untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan keluarga pasien yang menunggu keluarganya di ruang rawat ICU.

Skripsi Keperawatan - Rata-rata Lama Hari Pemasangan Infus dalam Terjadinya Flebitis pada Pasien yang Dipasang Infus di RSUP Haji Adam Malik Medan

Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Rata-rata Lama Hari Pemasangan Infus dalam Terjadinya Flebitis pada Pasien yang Dipasang Infus di RSUP Haji Adam Malik Medan. Lama hari pemasangan infus pada pasien yang dipasang infus memiliki resiko tinggi terjadi flebitis dan kejadiannya tergantung pada kondisi kesehatan secara keseluruhan dan lamanya pemasangan infus.

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rata-rata lama hari pemasangan infus dalam terjadinya flebitis pada pasien yang dipasang infus di RSUP Haji Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan format observasi. Data yang telah terkumpul dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif, kemudian hasil analisa data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan persentase.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian flebitis pada pasien yang dipasang infus sebanyak 61,7% terjadi flebitis dengan rata-rata lama hari pemasangan infus pada hari ke tiga pemasangan infus dan pada hari pertama pemasangan infus responden tidak terjadi flebitis sama sekali. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan acuan bagi perawat dan rumah sakit dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang dipasang infus dengan pemantauan lokasi insersi infus dan melakukan teknik aseptik pada pemasangan infus agar terhindar dari flebitis.

Skripsi Keperawatan - Hubungan Dinamika Keluarga yang tidak sehat terhadap Gangguan Perilaku Anak Remaja di Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung

Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Dinamika Keluarga yang tidak sehat terhadap Gangguan Perilaku Anak Remaja di Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung. Keluarga mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan remaja karena keluarga merupakan lingkungan sosial pertama, yang meletakkan dasar-dasar kepribadian remaja.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan dinamika keluarga yang tidak sehat terhadap gangguan perilaku anak renmaja. Penelitian ini menggunaka desain deskriftif korelasi dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2011 dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 3 bagian yaitu kusioner data demografi, kedua kuesioner dinamika keluarga dan ketiga kuesioner gangguan perilaku. Jumlah total responden adalah 65 orang.

Hasil uji crombach alpha, kuesioner yang dikembangkan peneliti adalah 0.75 (memenuhi standart uji kelayakan kuesioner).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika keluarga yang baik Baik sebanyak 5 orang (7,7%), Sedang sebanyak 58 orang (89,2%), buruk sebanyak 2 orang (3,1%). Gangguan perilaku dibagi menjadi 3 rentang yaitu gangguan sedang sebanyak 47 orang. Rendah sebanyak 23,1% (15 orang), dan memiliki gangguan tinggi sebanyak 4,6% (3orang) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara dinamika keluarga terhadap terjadinya gangguan perilaku anak remaja.

Hasil korelasinya yaitu 0,956 sangat memiliki hubungan yang erat antara kedua variabel, sebagai rekomendasi, sebaiknya peneliti selanjutnya meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan perilaku pada anak remaja.

Skripsi Keperawatan - Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Langsa

Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Langsa. Motivasi kerja merupakan besar kecilnya usaha yang diberikan seseorang untuk melakukan tugas pekerjaannya. Kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu.

Sedangkan perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara, membantu dan melindungi seseorang karena sakit, injuri dan proses penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan motivasi kerja dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 280 orang dan sampel diambil dengan tekhnik cluster random sampling. Pada penelitian ini sampel yang digunakan berjumlah 70 orang.

Hasil uji Cronbach alfa kuesioner yang dikembangkan peneliti adalah 0,8333 untuk kuesioner motivasi kerja dan 0,825 untuk kuesioner kinerja perawat. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja perawat berada dalam kategori rendah (65,7%) sedangkan kinerja perawat berada dalam kategori tinggi (88,6%). Berdasarkan uji korelasi Spearman terdapat hubungan yang positif antara kedua variabel tersebut (r=0,259). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja perawat rendah. Untuk itu disarankan agar motivasi perlu ditingkatkan lagi agar tidak berdampak buruk bagi pelayanan kesehatan.

Skripsi Keperawatan - Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Yang Mengalami Relaps di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan.

Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Yang Mengalami Relaps di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Skizofrenia merupakan istiah untuk menggambarkan suatu gangguan psikiatrik mayor yang ditandai dengan adanya perubahan pada persepsi, pikiran, afek, dan perilaku seseorang.

Pengobatan Skizofrenia yang lama dan efek samping obat yang sering timbul, menjadi alasan klien untuk tidak mengikuti program pengobatan sehingga berdampak timbulnya kekambuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor apa saja yang memberi pengaruh bermakna terhadap ketidakpatuhan minum obat pada klien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif eksploratif.

Populasi adalah keluarga inti pada pasien skizofrenia yang menjalani rawat jalan berjumlah 12.021 orang. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 99 orang. Data dianalisis secara univariat dan menggunakan tehnik komputerisasi dengan uji statistik deskriptif.

Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps yang mencakup: faktor penyakit yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 81 orang (81,2%) tidak patuh, faktor regimen terapi yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 73 orang (73,7%) tidak patuh, dan faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 58 orang (58,6%) tidak patuh.

Dapat disimpulkan bahwa tingginya angka ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia akan menyebabkan kekambuhan (relaps) dan perawatan kembali pada pasien. Disarankan kepada pihak manajemen Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan untuk meningkatkan edukasi tentang pentingnya minum obat dan membuat sarana informasi dalam bentuk media cetak.