Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Kelurahan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan tahun 2011. Imunisasi merupakan pemberian kekebalan pada bayi dan anak terhadap berbagai penyakit, sehingga bayi dan anak tumbuh dalam keadaan sehat.
Pemberian imunisasi merupakan tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit infeksi tertentu seperti tetanus, batuk rejan (pertusis), campak (measles), polio dan tubercoluse. atau seandainya terkenapun, tidak memberikan akibat yang fatal bagi tubuh. Tanpa imunisasi kira-kira 3 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit campak, sebanyak 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena batuk rejan, satu dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit tetanus, dan dari setiap 200.00 anak, satu akan menderita penyakit polio.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak dikelurahan Sayurmatinggi menggunakan desain deskriftif korelatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 ibu yang mempunyai bayi usia 9 sampai 10 bulan di kelurahan Sayur matinggi. Penentuan jumlah sampel berdasarkan purposive sampling.
Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa 68,4% responden mempunyai pengetahuan kurang baik, 31,6% mempunyai npengetahuan baik. Pada kategori kelengkapan imunisasi 73,7% tidak lengkap dan 26,3% berada pada kategori lengkap. Pengetahuan memiliki hubungan positif yang memadai dengan status nutrisi bayi berdasarkan analisa statistik korelasi chi square diperoleh x2= 9, 272 dengan nilai signifikansi yang dapat diterima dimana p = 0,002.
Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan ibu dengan status imunisasi pada bayi di Kelurahan Sayurmatinggi kabupaten Tapanuli Selatan. Diharapkan untuk melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu dengan status imunisasi pada bayi di tempat yang berbeda dengan jumlah populasi yang lebih besar supaya dapat melengkapi penelitian ini.
Senin, 26 Agustus 2013
Skripsi Keperawatan - Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan
Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Skizofrenia adalah suatu penyakit otak persisten dan serius yang mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan interpersonal, serta memecahkan masalah. Keluarga yang salah satu anggota keluarganya mengalami skizofrenia perlu mempunyai pengetahuan tentang pengobatan pasien skizofrenia.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia dengan menggunakan desain deskriptif korelasional sebagai desain penelitian. Instrumen dibuat dalam bentuk kuesioner dan dibagi dalam 2 bagian yaitu bagian untuk mengukur pengetahuan keluarga tentang pengobatan pasien skizofrenia dan bagian untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia dengan menggunakan skala guttman.
Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 39 orang dengan menggunaka accidental sampling sebagai teknik pengambilan data. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 56,4% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengobatan pasien skizofrenia, 43,5% responden memiliki pengetahuan sedang mengenai pengobatan pasien skizofrenia, 84,6% responden patuh dalam menjalankan pengobatan dan sebanyak 15,4% tidak patuh dalam pengobatan.
Analisa statistik korelasi Spearman dengan derajat kebebasan ( α ) = 0,05 diperoleh nilai ρ = 0,343 dan nilai p = 0,033 untuk hubungan pengetahuan dengan kepatuhan, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia. Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia, di pandang perlu untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien skizofrenia.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia dengan menggunakan desain deskriptif korelasional sebagai desain penelitian. Instrumen dibuat dalam bentuk kuesioner dan dibagi dalam 2 bagian yaitu bagian untuk mengukur pengetahuan keluarga tentang pengobatan pasien skizofrenia dan bagian untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia dengan menggunakan skala guttman.
Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 39 orang dengan menggunaka accidental sampling sebagai teknik pengambilan data. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 56,4% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengobatan pasien skizofrenia, 43,5% responden memiliki pengetahuan sedang mengenai pengobatan pasien skizofrenia, 84,6% responden patuh dalam menjalankan pengobatan dan sebanyak 15,4% tidak patuh dalam pengobatan.
Analisa statistik korelasi Spearman dengan derajat kebebasan ( α ) = 0,05 diperoleh nilai ρ = 0,343 dan nilai p = 0,033 untuk hubungan pengetahuan dengan kepatuhan, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia. Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia, di pandang perlu untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien skizofrenia.
Skripsi Keperawatan - Gambaran Pengetahuan Keluarga Dalam Pemberian Gizi Pada Lansia Di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar
Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Gambaran Pengetahuan Keluarga Dalam Pemberian Gizi Pada Lansia Di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar. Usia lanjut adalah tahap masa tua dalam perkembangan individu berada pada usia 60 tahun keatas yang merupakan suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang yang disertai dengan terjadinya kemunduran fungsi fisiologis pada lansia.
Untuk mengkompensasi terjadinya penurunan fungsi fisiologis lansia maka harus diberikan nutrisi yang cukup pada lansia agar sesuai dengan aktivitas lansia. Keluarga sangat berperan penting dalam menjaga status kesehatan lansia karena keluarga merupakan pihak terdekat dengan lansia, pengetahuan keluarga tentang gizi yang seimbang pada lansia sangat diperlukan agar tercapainya status kesehatan lansia yang optimal sehingga kualitas hidup lansia dapat meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar yang dilakukan pada tanggal 22 Desember 2011 sampai dengan 02 Januari 2012. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan teknik total sampling, dan uji reliabilitas dengan menggunakan KR-21 yang mendapatkan nilai reliabilitas sebesar 0,81.
Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 60 responden yang merupakan keluarga yang tinggal bersama dengan lansia. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata usia responden berusia 51 - 60 tahun sebanyak 42 responden (70%), lebih dari setengah responden adalah perempuan berjumlah 42 orang (70%), dan lebih dari setengah responden berpendidikan SMP berjumlah 34 orang (57%).
Tingkat pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 60%, hal ini dikarenakan rata – rata responden memiliki latar belakang pendidikan SMP yang berpengaruh dalam hal mudah tidaknya mencerna informasi tentang kesehatan yang telah didapat,dan rata-rata responden bekerja sebagai buruh yang memilki waktu yang sangat sedikit untuk mengakses informasi tentang kesehatan dalam hal ini gizi pada lansia. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada penelitian lanjutan yang membahas tentang hubungan antara nutrisi yang seimbang bagi lansia dengan status kesehatan lansia yang berdampak pada kualitas hidup.
Untuk mengkompensasi terjadinya penurunan fungsi fisiologis lansia maka harus diberikan nutrisi yang cukup pada lansia agar sesuai dengan aktivitas lansia. Keluarga sangat berperan penting dalam menjaga status kesehatan lansia karena keluarga merupakan pihak terdekat dengan lansia, pengetahuan keluarga tentang gizi yang seimbang pada lansia sangat diperlukan agar tercapainya status kesehatan lansia yang optimal sehingga kualitas hidup lansia dapat meningkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar yang dilakukan pada tanggal 22 Desember 2011 sampai dengan 02 Januari 2012. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan teknik total sampling, dan uji reliabilitas dengan menggunakan KR-21 yang mendapatkan nilai reliabilitas sebesar 0,81.
Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 60 responden yang merupakan keluarga yang tinggal bersama dengan lansia. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata usia responden berusia 51 - 60 tahun sebanyak 42 responden (70%), lebih dari setengah responden adalah perempuan berjumlah 42 orang (70%), dan lebih dari setengah responden berpendidikan SMP berjumlah 34 orang (57%).
Tingkat pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 60%, hal ini dikarenakan rata – rata responden memiliki latar belakang pendidikan SMP yang berpengaruh dalam hal mudah tidaknya mencerna informasi tentang kesehatan yang telah didapat,dan rata-rata responden bekerja sebagai buruh yang memilki waktu yang sangat sedikit untuk mengakses informasi tentang kesehatan dalam hal ini gizi pada lansia. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada penelitian lanjutan yang membahas tentang hubungan antara nutrisi yang seimbang bagi lansia dengan status kesehatan lansia yang berdampak pada kualitas hidup.
Skripsi Keperawatan – Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Yang Mengalami Relaps di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan.
Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Yang Mengalami Relaps di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Skizofrenia merupakan istiah untuk menggambarkan suatu gangguan psikiatrik mayor yang ditandai dengan adanya perubahan pada persepsi, pikiran, afek, dan perilaku seseorang.
Pengobatan Skizofrenia yang lama dan efek samping obat yang sering timbul, menjadi alasan klien untuk tidak mengikuti program pengobatan sehingga berdampak timbulnya kekambuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor apa saja yang memberi pengaruh bermakna terhadap ketidakpatuhan minum obat pada klien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif eksploratif. Populasi adalah keluarga inti pada pasien skizofrenia yang menjalani rawat jalan berjumlah 12.021 orang.
Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 99 orang. Data dianalisis secara univariat dan menggunakan tehnik komputerisasi dengan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps yang mencakup: faktor penyakit yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 81 orang (81,2%) tidak patuh, faktor regimen terapi yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 73 orang (73,7%) tidak patuh, dan faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 58 orang (58,6%) tidak patuh.
Dapat disimpulkan bahwa tingginya angka ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia akan menyebabkan kekambuhan (relaps) dan perawatan kembali pada pasien. Disarankan kepada pihak manajemen Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan untuk meningkatkan edukasi tentang pentingnya minum obat dan membuat sarana informasi dalam bentuk media cetak.
Pengobatan Skizofrenia yang lama dan efek samping obat yang sering timbul, menjadi alasan klien untuk tidak mengikuti program pengobatan sehingga berdampak timbulnya kekambuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor apa saja yang memberi pengaruh bermakna terhadap ketidakpatuhan minum obat pada klien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif eksploratif. Populasi adalah keluarga inti pada pasien skizofrenia yang menjalani rawat jalan berjumlah 12.021 orang.
Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 99 orang. Data dianalisis secara univariat dan menggunakan tehnik komputerisasi dengan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps yang mencakup: faktor penyakit yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 81 orang (81,2%) tidak patuh, faktor regimen terapi yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 73 orang (73,7%) tidak patuh, dan faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 58 orang (58,6%) tidak patuh.
Dapat disimpulkan bahwa tingginya angka ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia akan menyebabkan kekambuhan (relaps) dan perawatan kembali pada pasien. Disarankan kepada pihak manajemen Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan untuk meningkatkan edukasi tentang pentingnya minum obat dan membuat sarana informasi dalam bentuk media cetak.
Skripsi Keperawatan – Gambaran Pengetahuan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kecamatan Porsea
Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Gambaran Pengetahuan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kecamatan Porsea. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja, termasuk kolostrum tanpa tambahan apapun sejak lahir, dengan kata lain pemberian susu formula, air matang, air gula, dan madu untuk bayi baru lahir tidak dibenarkan sampai bayi usia 6 bulan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi gambaran pelaksanaan pemberian ASI eksklusif pada Ibu yang bekerja di Kecamatan Porsea.
Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 30orang dan teknik pengambilan sampel purposive sampli. Pengumpulan data dilakukan mulai 1- 30 September 2011 dengan menggunakan kuesioner data demografi dan kuesioner ganbaran pelaksanaan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden menunujukkan mayoritas berusia 30 - 35 tahun (36,6%), bersuku batak (90%), mayoritas tingkat pendidikan (76,66%), mayoritas pekerjaan responden adalah wiraswasta ( 46,6%), mayoritas ibu yang memilki bayi lebih dari satu (76,6%), yang mendapat informasi tentang ASI eksklusif (60%).
Hasil penelitian yang di peroleh menunujukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif mayoritas menjawab benar sebesar (93,3%) tentang manfaat ASI mayoritas menjawab benar sebesar (66,6%), tentang komposisi ASI mayoritas menjawab benar sebesar (96,6%),tentang faktor yang mempengaruhi produksi ASI eksklusif mayoritas menjawab benar sebesar (90%), cara pemberian ASI menjawab benar dan salah sebesar (50%), cara pengeluaran ASI mayoritas menjawab benar sebesar (60%), dan cara penyimpanan ASI mayoritas menjawab salah sebesar (66,6%). Disarankan kepada para petugas puskesmas agar memberikan penyuluhan tentang ASI terutama pada topik cara penyimpanan ASI.
Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 30orang dan teknik pengambilan sampel purposive sampli. Pengumpulan data dilakukan mulai 1- 30 September 2011 dengan menggunakan kuesioner data demografi dan kuesioner ganbaran pelaksanaan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden menunujukkan mayoritas berusia 30 - 35 tahun (36,6%), bersuku batak (90%), mayoritas tingkat pendidikan (76,66%), mayoritas pekerjaan responden adalah wiraswasta ( 46,6%), mayoritas ibu yang memilki bayi lebih dari satu (76,6%), yang mendapat informasi tentang ASI eksklusif (60%).
Hasil penelitian yang di peroleh menunujukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif mayoritas menjawab benar sebesar (93,3%) tentang manfaat ASI mayoritas menjawab benar sebesar (66,6%), tentang komposisi ASI mayoritas menjawab benar sebesar (96,6%),tentang faktor yang mempengaruhi produksi ASI eksklusif mayoritas menjawab benar sebesar (90%), cara pemberian ASI menjawab benar dan salah sebesar (50%), cara pengeluaran ASI mayoritas menjawab benar sebesar (60%), dan cara penyimpanan ASI mayoritas menjawab salah sebesar (66,6%). Disarankan kepada para petugas puskesmas agar memberikan penyuluhan tentang ASI terutama pada topik cara penyimpanan ASI.
Skripsi Keperawatan – Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Sibling Rivalry Di klinik Bersalin Hanafi Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan-Helvetia Tahun 2012
Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Sibling Rivalry Di klinik Bersalin Hanafi Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan-Helvetia Tahun 2012. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu setelah orang melakukan suatu tindakan, sedangkan sikap merupakan suatu reaksi atau respons setelah orang melakukan suatu tindakan atau aktivitas.
Sibling rivalry merupakan adanya rasa persaingan saudara kandung terhadap kelahiran adiknya untuk memperebutkan kasih sayang. berdasarkan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti kepada beberapa ibu – ibu di kelurahan Tanjung Gusta ternyata masih banyak ibu-ibu di daerah ini yang memperlakukan anak-anaknya belum sesuai dengan kaidah asuhan anak. Ibu-ibu tersebut sering kali mencubit, memukul, bahkan memarahi anaknya dengan emosi, hal ini disebabkan karena anak mereka berperilaku tidak sesuai dengan keinginannya dan mengganggu adiknya atau anggota keluarga lainnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang sibling rivalry. penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Besar sampel sebanyak 30. Teknik pengambila sampel penelitian ini adalah teknik purposive Sampling. Kuesioner penelitian ini terdiri dari kuesioner data demograpi, kuesioner tentang pengetahuan dan sikap ibu tentang sibling rivalry. Hasil penelitian di analisa dengan teknik komputerisasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian tentang pengetahuan ibu tantang sibling rivalry mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden (66%), dan sikap ibu tantang sibling rivalry mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 17 responden (57%). Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan judul ini direkomendasikan untuk meneliti tentang tentang pengetahuan dan sikap ibu tentang sibling rivalry ditempat yang berbeda dengan jumlah populasi yang lebih besar supaya dapat melengkapi penelitian ini.
Sibling rivalry merupakan adanya rasa persaingan saudara kandung terhadap kelahiran adiknya untuk memperebutkan kasih sayang. berdasarkan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti kepada beberapa ibu – ibu di kelurahan Tanjung Gusta ternyata masih banyak ibu-ibu di daerah ini yang memperlakukan anak-anaknya belum sesuai dengan kaidah asuhan anak. Ibu-ibu tersebut sering kali mencubit, memukul, bahkan memarahi anaknya dengan emosi, hal ini disebabkan karena anak mereka berperilaku tidak sesuai dengan keinginannya dan mengganggu adiknya atau anggota keluarga lainnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang sibling rivalry. penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Besar sampel sebanyak 30. Teknik pengambila sampel penelitian ini adalah teknik purposive Sampling. Kuesioner penelitian ini terdiri dari kuesioner data demograpi, kuesioner tentang pengetahuan dan sikap ibu tentang sibling rivalry. Hasil penelitian di analisa dengan teknik komputerisasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian tentang pengetahuan ibu tantang sibling rivalry mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden (66%), dan sikap ibu tantang sibling rivalry mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 17 responden (57%). Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan judul ini direkomendasikan untuk meneliti tentang tentang pengetahuan dan sikap ibu tentang sibling rivalry ditempat yang berbeda dengan jumlah populasi yang lebih besar supaya dapat melengkapi penelitian ini.
Skripsi Keperawatan – Perbedaan Taksiran Berat Janin dari Ibu anemia dengan Ibu Tidak Anemia Berdasarkan rumus Niswander di Puskesmas Kentara Kab. Dairi
Download Kumpulan Skripsi Keperawatan Lengkap – Perbedaan Taksiran Berat Janin dari Ibu anemia dengan Ibu Tidak Anemia Berdasarkan rumus Niswander di Puskesmas Kentara Kab. Dairi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan taksiran berat janin dari ibu anemia dengan ibu tidak anemia di Puskesmas Kentara Kabupaten Dairi.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20 Januari sampai 20 Maret 2012 dengan menggunakan kuisioner data demografi serta melakukan pengukuran kadar Hb dan taksiran berat janin dengan menggunakan rumus Niswander dari hasil pemeriksaan TFU.
Hasil analisa data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Mayoritas responden ibu anemia berusia 20 – 35 tahun (81,8%), usia kehamilan 28 – 31 minggu (68%), sebagian responden multigravida (81,8%) dengan jarak kehamilan 1 – 2 tahun (72,7%) dan berpendidikan SMP (45,5%) dan setengah responden berpenghasilan diatas Rp. 1.000.000,- sedangkan mayoritas responden ibu tidak anemia berusia 20 – 35 tahun (77,3%), usia kehamilan 32 – 35 minggu (54,5%), sebagian besar multigravida (54,5%) dan mayoritas berpendidikan SMA dan Sarjana (45,5%) pekerjaan wirawasta (31,8%) dan berpenghasilan diatas Rp. 1.000.000,- Hasil penelitian statistik menggunakan uji T-tes menunjukkan terdapat perbedaan yang siknifikan antara taksiran berat janin ibu anemia dengan ibu tidak anemia.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20 Januari sampai 20 Maret 2012 dengan menggunakan kuisioner data demografi serta melakukan pengukuran kadar Hb dan taksiran berat janin dengan menggunakan rumus Niswander dari hasil pemeriksaan TFU.
Hasil analisa data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Mayoritas responden ibu anemia berusia 20 – 35 tahun (81,8%), usia kehamilan 28 – 31 minggu (68%), sebagian responden multigravida (81,8%) dengan jarak kehamilan 1 – 2 tahun (72,7%) dan berpendidikan SMP (45,5%) dan setengah responden berpenghasilan diatas Rp. 1.000.000,- sedangkan mayoritas responden ibu tidak anemia berusia 20 – 35 tahun (77,3%), usia kehamilan 32 – 35 minggu (54,5%), sebagian besar multigravida (54,5%) dan mayoritas berpendidikan SMA dan Sarjana (45,5%) pekerjaan wirawasta (31,8%) dan berpenghasilan diatas Rp. 1.000.000,- Hasil penelitian statistik menggunakan uji T-tes menunjukkan terdapat perbedaan yang siknifikan antara taksiran berat janin ibu anemia dengan ibu tidak anemia.
Langganan:
Postingan (Atom)
