Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pemanfaatan Mentimun (cucumis sativus) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Dusun I Desa Pulau Sejuk Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara. Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi memang bukan pembunuh sejati. Tetapi penyakit ini digolongkan sebagai the selent killer (pembunuh diam-diam).
Pemanfaatan Mentimun (cucumis saivus) merupakan salah satu terapi non farmakologis yang ditawarkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dimana mentimun (cucumis sativus) memiliki sifat diuretik yang dapat menurunkan tekanan darah dengan cara mengeluarkkan cairan tubuh (melalui air seni). Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional. Pemanfaatan mentimun (cucumis sativus) dalam penelitian ini dilakukan selama 7 hari sebanyak 2 kali sehari mulai tanggal 25 Desember 2009 sampai 1 Januari 2010. Berdasarkan teknik purposif sampling diperoleh sampel sebanyak 20 orang. Sampel ini terbagi dalam 2 kelompok, 10 orang kelompok yang memanfaatkan dan 10 orang kelompok yang tidak memanfaatkan. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran tekanan darah pre dan post pemanfaatan mentimun (cucumis sativus).
Dan datanya dicatat dalam lembar observasi tekanan darah. Kemudian data penelitian ini di analisa dengan uji statistik deskripif, odds ratio dan inferensial. Berdasarkan data demografi pada kedua kelompok sebanyak (55%) berada pada rentang 41-60, (70%) berjenis kelamin perempuan, dan berdasarkan BMI (15%) mempunyai berat badan berlebih dan (10%) adalah obesitas. Jika dilihat dari tingkat pemanfaatan sebanyak 70% cukup memanfaatkan dan 30% kurang memanfaatkan. Sementara hasil analisa data dengan uji odds ratio menunjukkan bahwa responden yang memanfaatkan mentimun 81 kali lebih besar mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan responden yang tidak memanfaatkan mentimun. Sedangkan dengan uji paired t-test menunjukkan bahwa tekanan darah kelompok yang memanfaatkan berbeda antara pre-post pemanfaatan mentimun (sistolik: t=6.319, p=0.000; diastolik: t=6.8666, p=0.000). Selanjutnya dengan uji independent t-test, penelitian ini juga menemukan bahwa tekanan darah kelompok yang memanfaatkan berbeda dengan kelompok yang tidak memanfaatkan (sistolik: t=-2.522, p=0.021; diastolik: t=-2.969, p=0.08).
Penemuan ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemanfaatan mentimun (cucumis sativus). Juga terdapat perbedaan tekanan darah yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa menimun (cucumis sativus) dapat dimanfaatkan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Minggu, 13 Oktober 2013
Skripsi Keperawatan Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara - Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara - Medan. Keluarga merupakan pendukung utama dalam proses penyembuhan pasien skizofrenia untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Dalam pemberian asuhan keperawatan, dukungan keluarga sangat penting untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya kekambuhan.
Sikap keluarga yang tidak menerima pasien skizofrenia kembali akan membuat kekambuhan lebih cepat Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia.
Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, dukungan keluarga dan kekambuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikansi antara dukungan emosional dengan kekambuhan (p = 0,015 ; ρ = -0,426), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan informasi dengan kekambuhan (p = 0,000 ; ρ = -0,620), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan nyata dengan kekambuhan (p = 0,021 ; ρ = -0,407), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan pengharapan dengan kekambuhan (p = 0,017 ; ρ = -0,419) dan ada hubungan yang signifikansi antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia (p = 0,015 ; ρ = -0,425).
Diharapkan kepada perawat untuk lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat pasien di rumah dan akhirnya dapat memandirikan pasien.
Sikap keluarga yang tidak menerima pasien skizofrenia kembali akan membuat kekambuhan lebih cepat Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia.
Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, dukungan keluarga dan kekambuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikansi antara dukungan emosional dengan kekambuhan (p = 0,015 ; ρ = -0,426), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan informasi dengan kekambuhan (p = 0,000 ; ρ = -0,620), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan nyata dengan kekambuhan (p = 0,021 ; ρ = -0,407), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan pengharapan dengan kekambuhan (p = 0,017 ; ρ = -0,419) dan ada hubungan yang signifikansi antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia (p = 0,015 ; ρ = -0,425).
Diharapkan kepada perawat untuk lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat pasien di rumah dan akhirnya dapat memandirikan pasien.
Skripsi Keperawatan Hubungan Pengetahuan Keluarga tentang Perilaku Kekerasan dengan Kesiapan Keluarga dalam Merawat Pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Pengetahuan Keluarga tentang Perilaku Kekerasan dengan Kesiapan Keluarga dalam Merawat Pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan. Perilaku kekerasan merupakan salah satu bentuk perilaku yang sering ditunjukkan oleh pasien gangguan jiwa.
Pengetahuan keluarga yang adekuat sangat dibutuhkan dalam merawat pasien dengan perilaku kekerasan. Menerima kenyataan adalah kunci pertama proses penyembuhan dan pengendalian perilaku kekerasan pasien. Penelitian deskriftif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Dengan ini digunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi pada penelitian ini. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden, kuesioner pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dan kuesioner kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (90,6 %) memiliki pengetahuan yang baik tentang perilaku kekerasan, dan memiliki kesiapan yang cukup sebanyak 84,4 %. Pada penelitian ini r = 0,138 ; p = 0,45 ; p > 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa penelitian (Ha) ditolak yaitu hubungan rendah antara tingkat pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien dirumah.
Karena banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesiapan keluarga dalam merawat pasien yaitu struktur keluarga, sistem pendukung, sumber daya keluarga. Oleh karena itu perawat harus mampu memberikan pendidikan kesehatan jiwa dan mampu melibatkan peran serta keluarga dalam merawat pasien dirumah dan keluarga diharapkan dapat melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga.
Pengetahuan keluarga yang adekuat sangat dibutuhkan dalam merawat pasien dengan perilaku kekerasan. Menerima kenyataan adalah kunci pertama proses penyembuhan dan pengendalian perilaku kekerasan pasien. Penelitian deskriftif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Dengan ini digunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi pada penelitian ini. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden, kuesioner pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dan kuesioner kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (90,6 %) memiliki pengetahuan yang baik tentang perilaku kekerasan, dan memiliki kesiapan yang cukup sebanyak 84,4 %. Pada penelitian ini r = 0,138 ; p = 0,45 ; p > 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa penelitian (Ha) ditolak yaitu hubungan rendah antara tingkat pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien dirumah.
Karena banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesiapan keluarga dalam merawat pasien yaitu struktur keluarga, sistem pendukung, sumber daya keluarga. Oleh karena itu perawat harus mampu memberikan pendidikan kesehatan jiwa dan mampu melibatkan peran serta keluarga dalam merawat pasien dirumah dan keluarga diharapkan dapat melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga.
Skripsi Keperawatan ICU Delirium Pada Pasien Yang Dirawat di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – ICU Delirium Pada Pasien Yang Dirawat di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ICU delirium pada pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Desain penelitian adalah deskriptif. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling.
Sampel sebanyak 32 orang terdiri dari 19 orang pasien berjenis kelamin laki-laki dan 13 orang pasien berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Januari 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penilaian untuk ICU delirium yang meliputi data demografi, gangguan perhatian/ konsentrasi dan gangguan pikiran.
Kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik komputerisasi dan dideskripsikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukan dari 32 subjek penelitian terdapat 9 Orang pasien yang tidak mengalami ICU delirium (28,13%) dan 23 orang pasien mengalami ICU delirium (71,87%) yang terdiri dari 9 orang pasien (28,13%) mengalami ICU delirium ringan, 11 orang pasien (34,37%) mengalami ICU delirium sedang dan hanya 3 orang pasien (9,37%) yang mengalami ICU delirium berat.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa ICU delirium di Intensive Care Unit (ICU) terjadi sampai dengan 71,87%. yang terdiri ICU delirium ringan, sedang dan berat.
Sampel sebanyak 32 orang terdiri dari 19 orang pasien berjenis kelamin laki-laki dan 13 orang pasien berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Januari 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penilaian untuk ICU delirium yang meliputi data demografi, gangguan perhatian/ konsentrasi dan gangguan pikiran.
Kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik komputerisasi dan dideskripsikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukan dari 32 subjek penelitian terdapat 9 Orang pasien yang tidak mengalami ICU delirium (28,13%) dan 23 orang pasien mengalami ICU delirium (71,87%) yang terdiri dari 9 orang pasien (28,13%) mengalami ICU delirium ringan, 11 orang pasien (34,37%) mengalami ICU delirium sedang dan hanya 3 orang pasien (9,37%) yang mengalami ICU delirium berat.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa ICU delirium di Intensive Care Unit (ICU) terjadi sampai dengan 71,87%. yang terdiri ICU delirium ringan, sedang dan berat.
Skripsi Keperawatan Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan. Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel dimana tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga pasien harus bergantung pada mesin hemodialisa seumur hidup.
Pasien yang menjalani hemodialisa jangka panjang harus dihadapkan dengan berbagai masalah sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa. Terdapat hubungan yang kuat antara keluarga dan status kesehatan anggotanya dimana peran keluarga sangat penting bagi setiap aspek perawatan kesehatan anggota keluarga yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Besar sampel sebanyak 40 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan kriteria sampel yaitu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa minimal dua kali seminggu, berusia 18-65 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner data demografi, kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kualitas hidup.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2010. Hasil pengumpulan data diuji menggunakan uji korelasi spearmen yang digunakan untuk melihat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa. Berdasarkan hasil analisa data korelasi spearmen diketahui bahwa koefisisen korelasinya yaitu r=0,511 dengan tingkat signifikasi p=0,001.
Pasien yang menjalani hemodialisa jangka panjang harus dihadapkan dengan berbagai masalah sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa. Terdapat hubungan yang kuat antara keluarga dan status kesehatan anggotanya dimana peran keluarga sangat penting bagi setiap aspek perawatan kesehatan anggota keluarga yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Besar sampel sebanyak 40 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan kriteria sampel yaitu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa minimal dua kali seminggu, berusia 18-65 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner data demografi, kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kualitas hidup.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2010. Hasil pengumpulan data diuji menggunakan uji korelasi spearmen yang digunakan untuk melihat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa. Berdasarkan hasil analisa data korelasi spearmen diketahui bahwa koefisisen korelasinya yaitu r=0,511 dengan tingkat signifikasi p=0,001.
Skripsi Keperawatan Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Suami tentang Perawatan Kehamilan dengan Partisipasi Suami dalam Perawatan Kehamilan di Klinik Bersalin Mariani Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Suami tentang Perawatan Kehamilan dengan Partisipasi Suami dalam Perawatan Kehamilan di Klinik Bersalin Mariani Medan. Partisipasi yang diberikan suami dalam perawatan kehamilan akan mendukung kehamilan dan persalinan yang aman. Namun pada umumnya keterlibatan suami dalam perawatan kehamilan masih rendah.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah tingkat pengetahuan suami itu sendiri tentang perawatan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan di Klinik Bersalin Mariani Medan dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah suami yang mengantarkan istrinya periksa hamil ke Klinik Bersalin Mariani Medan.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan, digunakan uji spearman.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan di Klinik Bersalin Mariani Medan dengan kekuatan korelasi (r) = 0,418 dan tingkat signifikansi (p) = 0,007 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan (p value < 0,05).
Oleh karena itu perlu direkomendasikan untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan sehingga dapat meningkatkan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan istrinya sebagai orang yang terdekat.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah tingkat pengetahuan suami itu sendiri tentang perawatan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan di Klinik Bersalin Mariani Medan dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah suami yang mengantarkan istrinya periksa hamil ke Klinik Bersalin Mariani Medan.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan, digunakan uji spearman.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan di Klinik Bersalin Mariani Medan dengan kekuatan korelasi (r) = 0,418 dan tingkat signifikansi (p) = 0,007 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan dengan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan (p value < 0,05).
Oleh karena itu perlu direkomendasikan untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan suami tentang perawatan kehamilan sehingga dapat meningkatkan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan istrinya sebagai orang yang terdekat.
Skripsi Keperawatan Peran Perawat dalam Perencanaan Pemulangan Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Peran Perawat dalam Perencanaan Pemulangan Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Perencanaan pemulangan merupakan proses perencanaan sistematik yang dipersiapkan bagi pasien untuk meninggalkan instansi perawatan (rumah sakit) dan untuk mempertahankan kontinuitas perawatan. Dalam pelaksanaan proses perencanaan sistematik tersebut perawat memiliki peranan penting.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi bagaimana peran perawat dalam perencanaan pemulangan pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Peran perawat dalam perencanaan pemulangan pasien skizofrenia dapat dilihat dari bagaimana perawat melakukan pengkajian kebutuhan persiapan pulang pasien skizofrenia, memberikan edukasi bagi pasien dan keluarga, melatih pasien dan keluarga untuk mempersiapkan pasien kembali ke masyarakat, serta dalam menginformasikan rujukan. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel 36 orang.
Cara pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan mulai 28 Januari sampai dengan 03 Februari 2010 dengan menggunakan kuesioner dengan 22 pertanyaan tertutup yang terdiri dari kuesioner data demografi dan kuesioner peran perawat dalam perencanaan pemulangan pasien skizofrenia. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa hanya 55,6% perawat yang melaksanakan perannya dalam perencanaan pemulangan pasien skizofrenia dengan kategori cukup.
Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan pemulangan pada pasien skizofrenia belum dilakukan dengan baik di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Untuk itu, perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan harus lebih memperhatikan pentingnya perencanaan pemulangan yang optimal bagi pasien skizofrenia. Perawat juga harus lebih menyadari bahwa perencanaan pemulangan adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien skizofrenia setelah dipulangkan dari rumah sakit jiwa.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi bagaimana peran perawat dalam perencanaan pemulangan pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Peran perawat dalam perencanaan pemulangan pasien skizofrenia dapat dilihat dari bagaimana perawat melakukan pengkajian kebutuhan persiapan pulang pasien skizofrenia, memberikan edukasi bagi pasien dan keluarga, melatih pasien dan keluarga untuk mempersiapkan pasien kembali ke masyarakat, serta dalam menginformasikan rujukan. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel 36 orang.
Cara pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan mulai 28 Januari sampai dengan 03 Februari 2010 dengan menggunakan kuesioner dengan 22 pertanyaan tertutup yang terdiri dari kuesioner data demografi dan kuesioner peran perawat dalam perencanaan pemulangan pasien skizofrenia. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa hanya 55,6% perawat yang melaksanakan perannya dalam perencanaan pemulangan pasien skizofrenia dengan kategori cukup.
Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan pemulangan pada pasien skizofrenia belum dilakukan dengan baik di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Untuk itu, perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan harus lebih memperhatikan pentingnya perencanaan pemulangan yang optimal bagi pasien skizofrenia. Perawat juga harus lebih menyadari bahwa perencanaan pemulangan adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien skizofrenia setelah dipulangkan dari rumah sakit jiwa.
Langganan:
Postingan (Atom)
