Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Efektifitas terapi Musik Terhadap Penurunan Nyeri Post Operasi pada Anak Usia Sekolah di RSUP H. Adam Malik Medan. Setiap tindakan operasi akan menimbulkan berbagai keluhan dan yang paling sering adalah nyeri. Anak sering tidak mengatakan kalau ia merasakan nyeri.
Dan bila nyeri yang dialami anak tidak diatasi, dapat mempengaruhi tumbuh dan kembang anak. Distraksi adalah teknik yang efektif untuk menurunkan nyeri. Terapi musik merupakan salah satu teknik distraksi yang dapat menurunkan nyeri pada anak post operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap intensitas nyeri post operasi pada anak usia sekolah. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen.
Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6 januari-7 februari 2010 dengan jumlah sampel 14 orang yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dapat dikumpulkan dengan menggunakan Face Pain Rating Scale. Data yang sudah dikumpulkan di analisa dengan uji t (t-test) dengan tingkat kemaknaan 5% (α= 0,05).
Pada kelompok kontrol, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi musik terhadap intensitas nyeri post operasi tidak bermakna yaitu 0,200 (p>0,05). Sedangkan pada kelompok intervensi terapi musik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap intensitas nyeri yaitu 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian ini merekomendasikan agar perawat ruangan dapat mengintegrasikan terapi musik dalam asuhan keperawatan langsung pada perawatan anak post operasi khususnya ditujukan untuk menurunkan nyeri.
Minggu, 13 Oktober 2013
Skripsi Keperawatan Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga pada Suku Jawa di Kelurahan Kenangan Baru Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga pada Suku Jawa di Kelurahan Kenangan Baru Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang. Keluarga merupakan faktor utama untuk mengatasi masalah kesehatan dalam hal ini, fungsi utama keluarga adalah pemeliharaan kesehatan. Untuk menjalankan fungsi tersebut, keluarga mempunyai tugas didalam bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan oleh keluarga sehingga dapat meningkatkan status kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga pada suku Jawa di Kelurahan Kenangan Baru Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 04 Januari sampai 29 Januari 2010 dengan menggunakan desain deskriptif. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling diperoleh sampel sebanyak 28 keluarga.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga pada suku Jawa 75% berada dalam kategori baik.
Hal ini dilihat dari pemahaman keluarga sudah baik dalam mengenal gangguan masalah kesehatan setiap anggota keluarga, mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga, memberikan perawatan kepada keluarganya yang sakit, mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan hubungan timbal balik antara keluarga dengan lembaga-lembaga kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga pada suku Jawa di Kelurahan Kenangan Baru Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 04 Januari sampai 29 Januari 2010 dengan menggunakan desain deskriptif. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling diperoleh sampel sebanyak 28 keluarga.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga pada suku Jawa 75% berada dalam kategori baik.
Hal ini dilihat dari pemahaman keluarga sudah baik dalam mengenal gangguan masalah kesehatan setiap anggota keluarga, mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga, memberikan perawatan kepada keluarganya yang sakit, mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan hubungan timbal balik antara keluarga dengan lembaga-lembaga kesehatan.
Skripsi Keperawatan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Campak Pada Bayi di Puskesmas Padang Bulan Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Campak Pada Bayi di Puskesmas Padang Bulan Medan. Penyakit campak di Indonesia saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang masih perlu ditangani, karena kasus campak masih tinggi dan hampir di semua daerah masih terdapat kejadian luar biasa. Indonesia berkomitmen menurunkan angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi diantaranya penyakit campak hingga 90% pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2000.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang imunisasi campak pada bayi di Puskesmas Padang Bulan Medan. Sampel yang diteliti sebanyak 95 responden dengan teknik pengambilan sampel secara convenience sampling yaitu subjek dijadikan sampel yang kebetulan dijumpai di tempat dan waktu penelitian.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustaka, yang terdiri dari dua bagian yaitu kuesioner data demografi dan kuesioner pengetahuan ibu tentang imunisasi campak pada bayi di Puskesmas Padang Bulan Medan.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi campak pada bayi mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 54 responden (56,8%), diikuti dengan tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 35 responden (36,8%), dan yang terkecil ibu dengan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 6 responden (6,3%).
Untuk Puskesmas Padang Bulan perlu mempetahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi, bukan hanya imunisasi campak saja tapi juga imunisasi yang lain. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan meneliti bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi yang lain seperti imunisasi polio, BCG, DPT dan hepatitis di Puskesmas Padang Bulan Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang imunisasi campak pada bayi di Puskesmas Padang Bulan Medan. Sampel yang diteliti sebanyak 95 responden dengan teknik pengambilan sampel secara convenience sampling yaitu subjek dijadikan sampel yang kebetulan dijumpai di tempat dan waktu penelitian.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustaka, yang terdiri dari dua bagian yaitu kuesioner data demografi dan kuesioner pengetahuan ibu tentang imunisasi campak pada bayi di Puskesmas Padang Bulan Medan.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi campak pada bayi mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 54 responden (56,8%), diikuti dengan tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 35 responden (36,8%), dan yang terkecil ibu dengan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 6 responden (6,3%).
Untuk Puskesmas Padang Bulan perlu mempetahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi, bukan hanya imunisasi campak saja tapi juga imunisasi yang lain. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan meneliti bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi yang lain seperti imunisasi polio, BCG, DPT dan hepatitis di Puskesmas Padang Bulan Medan.
Skripsi Keperawatan Pola Tidur Ibu pada Masa Kehamilan di Poliklinik Ibu Hamil RSUP Haji Adam Malik Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pola Tidur Ibu pada Masa Kehamilan di Poliklinik Ibu Hamil RSUP Haji Adam Malik Medan. Kehamilan adalah masa dimulainya konsepsi hingga saat akan melahirkan (partus), normalnya berlangsung selama 38 - 42 minggu yang menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis pada tubuh ibu hamil, termasuk pola tidur.
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sehingga tanpa tidur yang cukup akan menyebabkan gangguan tidur pada ibu hamil dan mempengaruhi perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola tidur ibu pada masa kehamilan di Poliklinik Ibu Hamil RSUP Haji Adam Malik Medan dengan desain penelitian deskriptif terhadap 90 responden ibu hamil dengan kriteria kehamilan normal tanpa komplikasi melalui metode convenience sampling, mulai tanggal 27 Januari 2010 hingga 25 Februari 2010 dan tanggal 8 April 2010 hingga 30 April 2010 dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner meliputi data demografi dan kuesioner pola tidur.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20-35 tahun (85,6%), usia kehamilan tersebar merata pada trimester satu, dua dan tiga, multigravida (73,3%), pendidikan terakhir SMA (62,2%), pekerjaan ibu rumah tangga (54,4%), agama Islam (45,6%) dan suku Batak (54,4%). Secara keseluruhan, pola tidur ibu pada masa kehamilan trimester satu dan trimester kedua tidak bermasalah, gangguan pola tidur terjadi pada masa kehamilan trimester ketiga meliputi waktu yang dibutuhkan untuk tertidur meningkat (30-60 menit) , frekuensi terbangun meningkat (3-4 kali), lama tidur siang (1-2 jam), mengantuk saat bangun pagi dan siang hari, serta tidur tidak puas.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi dasar bagi pelayanan keperawatan agar peran perawat lebih dioptimalkan dalam memberikan intervensi melalui penyuluhan tentang adaptasi fisiologis dan psikologis selama kehamilan kepada ibu – ibu hamil.
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sehingga tanpa tidur yang cukup akan menyebabkan gangguan tidur pada ibu hamil dan mempengaruhi perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola tidur ibu pada masa kehamilan di Poliklinik Ibu Hamil RSUP Haji Adam Malik Medan dengan desain penelitian deskriptif terhadap 90 responden ibu hamil dengan kriteria kehamilan normal tanpa komplikasi melalui metode convenience sampling, mulai tanggal 27 Januari 2010 hingga 25 Februari 2010 dan tanggal 8 April 2010 hingga 30 April 2010 dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner meliputi data demografi dan kuesioner pola tidur.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20-35 tahun (85,6%), usia kehamilan tersebar merata pada trimester satu, dua dan tiga, multigravida (73,3%), pendidikan terakhir SMA (62,2%), pekerjaan ibu rumah tangga (54,4%), agama Islam (45,6%) dan suku Batak (54,4%). Secara keseluruhan, pola tidur ibu pada masa kehamilan trimester satu dan trimester kedua tidak bermasalah, gangguan pola tidur terjadi pada masa kehamilan trimester ketiga meliputi waktu yang dibutuhkan untuk tertidur meningkat (30-60 menit) , frekuensi terbangun meningkat (3-4 kali), lama tidur siang (1-2 jam), mengantuk saat bangun pagi dan siang hari, serta tidur tidak puas.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi dasar bagi pelayanan keperawatan agar peran perawat lebih dioptimalkan dalam memberikan intervensi melalui penyuluhan tentang adaptasi fisiologis dan psikologis selama kehamilan kepada ibu – ibu hamil.
Skripsi Keperawatan Pemanfaatan Mentimun (cucumis sativus) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Dusun I Desa Pulau Sejuk Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pemanfaatan Mentimun (cucumis sativus) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Dusun I Desa Pulau Sejuk Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara. Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi memang bukan pembunuh sejati. Tetapi penyakit ini digolongkan sebagai the selent killer (pembunuh diam-diam).
Pemanfaatan Mentimun (cucumis saivus) merupakan salah satu terapi non farmakologis yang ditawarkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dimana mentimun (cucumis sativus) memiliki sifat diuretik yang dapat menurunkan tekanan darah dengan cara mengeluarkkan cairan tubuh (melalui air seni). Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional. Pemanfaatan mentimun (cucumis sativus) dalam penelitian ini dilakukan selama 7 hari sebanyak 2 kali sehari mulai tanggal 25 Desember 2009 sampai 1 Januari 2010. Berdasarkan teknik purposif sampling diperoleh sampel sebanyak 20 orang. Sampel ini terbagi dalam 2 kelompok, 10 orang kelompok yang memanfaatkan dan 10 orang kelompok yang tidak memanfaatkan. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran tekanan darah pre dan post pemanfaatan mentimun (cucumis sativus).
Dan datanya dicatat dalam lembar observasi tekanan darah. Kemudian data penelitian ini di analisa dengan uji statistik deskripif, odds ratio dan inferensial. Berdasarkan data demografi pada kedua kelompok sebanyak (55%) berada pada rentang 41-60, (70%) berjenis kelamin perempuan, dan berdasarkan BMI (15%) mempunyai berat badan berlebih dan (10%) adalah obesitas. Jika dilihat dari tingkat pemanfaatan sebanyak 70% cukup memanfaatkan dan 30% kurang memanfaatkan. Sementara hasil analisa data dengan uji odds ratio menunjukkan bahwa responden yang memanfaatkan mentimun 81 kali lebih besar mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan responden yang tidak memanfaatkan mentimun. Sedangkan dengan uji paired t-test menunjukkan bahwa tekanan darah kelompok yang memanfaatkan berbeda antara pre-post pemanfaatan mentimun (sistolik: t=6.319, p=0.000; diastolik: t=6.8666, p=0.000). Selanjutnya dengan uji independent t-test, penelitian ini juga menemukan bahwa tekanan darah kelompok yang memanfaatkan berbeda dengan kelompok yang tidak memanfaatkan (sistolik: t=-2.522, p=0.021; diastolik: t=-2.969, p=0.08).
Penemuan ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemanfaatan mentimun (cucumis sativus). Juga terdapat perbedaan tekanan darah yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa menimun (cucumis sativus) dapat dimanfaatkan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Pemanfaatan Mentimun (cucumis saivus) merupakan salah satu terapi non farmakologis yang ditawarkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dimana mentimun (cucumis sativus) memiliki sifat diuretik yang dapat menurunkan tekanan darah dengan cara mengeluarkkan cairan tubuh (melalui air seni). Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional. Pemanfaatan mentimun (cucumis sativus) dalam penelitian ini dilakukan selama 7 hari sebanyak 2 kali sehari mulai tanggal 25 Desember 2009 sampai 1 Januari 2010. Berdasarkan teknik purposif sampling diperoleh sampel sebanyak 20 orang. Sampel ini terbagi dalam 2 kelompok, 10 orang kelompok yang memanfaatkan dan 10 orang kelompok yang tidak memanfaatkan. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran tekanan darah pre dan post pemanfaatan mentimun (cucumis sativus).
Dan datanya dicatat dalam lembar observasi tekanan darah. Kemudian data penelitian ini di analisa dengan uji statistik deskripif, odds ratio dan inferensial. Berdasarkan data demografi pada kedua kelompok sebanyak (55%) berada pada rentang 41-60, (70%) berjenis kelamin perempuan, dan berdasarkan BMI (15%) mempunyai berat badan berlebih dan (10%) adalah obesitas. Jika dilihat dari tingkat pemanfaatan sebanyak 70% cukup memanfaatkan dan 30% kurang memanfaatkan. Sementara hasil analisa data dengan uji odds ratio menunjukkan bahwa responden yang memanfaatkan mentimun 81 kali lebih besar mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan responden yang tidak memanfaatkan mentimun. Sedangkan dengan uji paired t-test menunjukkan bahwa tekanan darah kelompok yang memanfaatkan berbeda antara pre-post pemanfaatan mentimun (sistolik: t=6.319, p=0.000; diastolik: t=6.8666, p=0.000). Selanjutnya dengan uji independent t-test, penelitian ini juga menemukan bahwa tekanan darah kelompok yang memanfaatkan berbeda dengan kelompok yang tidak memanfaatkan (sistolik: t=-2.522, p=0.021; diastolik: t=-2.969, p=0.08).
Penemuan ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemanfaatan mentimun (cucumis sativus). Juga terdapat perbedaan tekanan darah yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa menimun (cucumis sativus) dapat dimanfaatkan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Skripsi Keperawatan Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara - Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara - Medan. Keluarga merupakan pendukung utama dalam proses penyembuhan pasien skizofrenia untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Dalam pemberian asuhan keperawatan, dukungan keluarga sangat penting untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya kekambuhan.
Sikap keluarga yang tidak menerima pasien skizofrenia kembali akan membuat kekambuhan lebih cepat Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia.
Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, dukungan keluarga dan kekambuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikansi antara dukungan emosional dengan kekambuhan (p = 0,015 ; ρ = -0,426), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan informasi dengan kekambuhan (p = 0,000 ; ρ = -0,620), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan nyata dengan kekambuhan (p = 0,021 ; ρ = -0,407), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan pengharapan dengan kekambuhan (p = 0,017 ; ρ = -0,419) dan ada hubungan yang signifikansi antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia (p = 0,015 ; ρ = -0,425).
Diharapkan kepada perawat untuk lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat pasien di rumah dan akhirnya dapat memandirikan pasien.
Sikap keluarga yang tidak menerima pasien skizofrenia kembali akan membuat kekambuhan lebih cepat Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia.
Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, dukungan keluarga dan kekambuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikansi antara dukungan emosional dengan kekambuhan (p = 0,015 ; ρ = -0,426), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan informasi dengan kekambuhan (p = 0,000 ; ρ = -0,620), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan nyata dengan kekambuhan (p = 0,021 ; ρ = -0,407), ada hubungan yang signifikansi antara dukungan pengharapan dengan kekambuhan (p = 0,017 ; ρ = -0,419) dan ada hubungan yang signifikansi antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia (p = 0,015 ; ρ = -0,425).
Diharapkan kepada perawat untuk lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat pasien di rumah dan akhirnya dapat memandirikan pasien.
Skripsi Keperawatan Hubungan Pengetahuan Keluarga tentang Perilaku Kekerasan dengan Kesiapan Keluarga dalam Merawat Pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Pengetahuan Keluarga tentang Perilaku Kekerasan dengan Kesiapan Keluarga dalam Merawat Pasien di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan. Perilaku kekerasan merupakan salah satu bentuk perilaku yang sering ditunjukkan oleh pasien gangguan jiwa.
Pengetahuan keluarga yang adekuat sangat dibutuhkan dalam merawat pasien dengan perilaku kekerasan. Menerima kenyataan adalah kunci pertama proses penyembuhan dan pengendalian perilaku kekerasan pasien. Penelitian deskriftif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Dengan ini digunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi pada penelitian ini. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden, kuesioner pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dan kuesioner kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (90,6 %) memiliki pengetahuan yang baik tentang perilaku kekerasan, dan memiliki kesiapan yang cukup sebanyak 84,4 %. Pada penelitian ini r = 0,138 ; p = 0,45 ; p > 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa penelitian (Ha) ditolak yaitu hubungan rendah antara tingkat pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien dirumah.
Karena banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesiapan keluarga dalam merawat pasien yaitu struktur keluarga, sistem pendukung, sumber daya keluarga. Oleh karena itu perawat harus mampu memberikan pendidikan kesehatan jiwa dan mampu melibatkan peran serta keluarga dalam merawat pasien dirumah dan keluarga diharapkan dapat melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga.
Pengetahuan keluarga yang adekuat sangat dibutuhkan dalam merawat pasien dengan perilaku kekerasan. Menerima kenyataan adalah kunci pertama proses penyembuhan dan pengendalian perilaku kekerasan pasien. Penelitian deskriftif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Dengan ini digunakan teknik purposive sampling, sebanyak 32 responden berpartisipasi pada penelitian ini. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden, kuesioner pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dan kuesioner kesiapan keluarga dalam merawat pasien. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (90,6 %) memiliki pengetahuan yang baik tentang perilaku kekerasan, dan memiliki kesiapan yang cukup sebanyak 84,4 %. Pada penelitian ini r = 0,138 ; p = 0,45 ; p > 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa penelitian (Ha) ditolak yaitu hubungan rendah antara tingkat pengetahuan keluarga tentang perilaku kekerasan dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien dirumah.
Karena banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesiapan keluarga dalam merawat pasien yaitu struktur keluarga, sistem pendukung, sumber daya keluarga. Oleh karena itu perawat harus mampu memberikan pendidikan kesehatan jiwa dan mampu melibatkan peran serta keluarga dalam merawat pasien dirumah dan keluarga diharapkan dapat melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga.
Langganan:
Postingan (Atom)
