Tampilkan postingan dengan label Keperawatan 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Skripsi Keperawatan – Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kota Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Tahun 2010

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kota Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Tahun 2010. Puskesmas sebagai salah satu unit organisasi kesehatan di tingkat kecamatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu sehingga puskesmas dijadikan sebagai tulang punggung dalam tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Namun masih banyak pelaksanaan pelayanan kesehatan di puskesmas yang bermutu, merata dan terjangkau tidak diterima sepenuhnya oleh masyarakat, sehingga beberapa indikator dan tujuan program kesehatan puskesmas masih belum tercapai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas kota Blangkejeren, kabupaten Gayo Lues tahun 2010, dengan menggunakan desain deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang yang diambil dengan menggunakan 15% dari jumlah populasi yang berkunjung ke puskesmas Kota Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues pada Desember 2010, dengan tehnik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 86,3% responden menyatakan pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Kota Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues berada dalam kategori cukup.

Hal ini dipengaruhi oleh pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat yang berpedoman pada kegiatan pokok dan pengembangan puskesmas yang belum berjalan sepenuhnya, seperti dalam pelaksanaan pelayanan promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), informasi gizi dan PMT, perbaikan sampah dan keterlibatan dalam sanitasi lingkungan, P2M, dan rujukan kesehatan. Selain itu faktor sumber-sumber daya yang ada yang mencakup fasilitas, uang, waktu, tenaga juga mempengaruhi pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas.

Skripsi Keperawatan – Efektifitas Terapi Musik Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Kanker Nyeri Kronis di RSUP H. Adam Malik Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Efektifitas Terapi Musik Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Kanker Nyeri Kronis di RSUP H. Adam Malik Medan. Terapi musik merupakan salah satu terapi non farmakologis yang ditawarkan untuk menurunkan intensitas nyeri kanker. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen.

Terapi musik dilakukan selama 3 hari sebanyak 1 kali sehari mulai tanggal 22 Agustus 2010 sampai September 2010. Berdasarkan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 26 orang. Sampel ini terbagi dalam 2 kelompok, 13 orang kelompok perlakuan dan 13 orang kelompok kontrol. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran skala nyeri pre dan post intervensi.

Dan datanya dicatat dalam lembar pengukuran skala nyeri. Kemudian dianalisa dengan uji statistik deskripif, paired sample dan independent t-test. Hasil analisa data statistik deskriptif menunjukkan nyeri pre intervensi pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol memiliki nyeri yang sama yaitu berat (69,2%) dan intensitas nyeri post intervensi pada kelompok perlakuan berada pada nyeri sedang (76,9%), sedangkan pada kelompok kontrol berada pada intensitas nyeri berat (76,9%). Dengan uji paired sampel menunjukkan pada kelompok intervensi nilai t=2,47, p = 0,021 dan pada kelompok kontrol nilai t = -1,53, p = 0,15. Selanjutnya dengan uji independent t-test, penelitian ini juga menemukan bahwa intensitas nyeri kelompok perlakuan berbeda dengan kelompok kontrol (t = -1,53, p = 0,028).

Penemuan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri yang signifikan setelah pemberian terapi musik, sama halnya jika dibandingkan dengan kelompok kontrol terdapat perbedaan yang signifikan dari intensitas nyeri. Kesimpulan dari penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien kanker nyeri kronis.

Skripsi Keperawatan – Peran Perawat Dalam Pencegahan Dampak Hospitalisasi Pada Anak di Rumah Sakit Umum di Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Peran Perawat Dalam Pencegahan Dampak Hospitalisasi Pada Anak di Rumah Sakit Umum di Medan. Hospitalisasi adalah suatu proses yang mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi pengobatan. Hospitalisasi dapat mengakibatkan stress pada anak untuk itu dibutuhkan peran perawat dalam rangka mencengah dampak hospitalisasi.

Peran perawat dalam pencengahan ini meliputi: peran perawat sebangai pembela, pendidik, konselor, koordinator, pembuat keputusan etik, serta peran perawat sebagai perencana kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peran perawat dalam pencengahan dampak hospitalisasi pada anak di ruangan merpati II RSU Herna Medan dan di ruangan merak RSU Sari Mutiara Medan. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel 30 orang dan teknik pengambilan sampel total sampling.

Pengumpulan data dilakukan mulai 25 juni sampai 16 juli 2010 dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner data demografi dan kuesioner peran perawat. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden menunjukkan mayoritas responden adalah dewasa awal 20 – 40 tahun yaitu sebesar (83,3%),berjenis kelamin perempuan (100%), mayoritas tingkat pendidikannya diploma (93,3%), lama bekerja >6 – 9 sebesar (40%), penghasilan >1000.000 sebesar (56,6%).

Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (73.3%) perawat telah melaksanakan perannya dalam kategori baik. Peran perawat sebangai pembela tergolong dalam kategori baik sebesar (63,3%), peran perawat sebagai pendidik tergolong dalam kategori baik sebesar (76,6%), peran perawat sebagai konselor tergolong dalam kategori baik sebesar (50%,) peran perawat sebagai koordinator terlaksana dengan baik sebesar (83,3%), peran perawat sebagai pembuat keputusan etik sebesar (83,3%), dan peran perawat sebagai perencana kesehatan sebesar (83,7%).

Skripsi Keperawatan – Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Lingkungan Linggarjati Pematangsiantar

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Lingkungan Linggarjati Pematangsiantar. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah suatu cara yang efektif untuk mendeteksi sedini mungkin timbulnya benjolan pada payudara, sebenarnya dapat diketahui secara cepat dengan pemeriksaan sendiri.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan SADARI di Lingkungan Linggarjati Pematangsiantar dengan menggunakan desain deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang berada di Lingkungan Linggarjati Pematangsiantar sebanyak 80 orang dan sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 15 sampai dengan 30 juli 2010.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pengisian kuesioner yang terdiri dari 3 bagian yaitu: data demografi, pengetahuan ibu dalam melakukan SADARI, dan sikap ibu dalam melakukan SADARI. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan ibu yang baik (20%), pengetahuan ibu yang sedang (31,25%) dan pengetahuan ibu yang kurang (48,75%). Sedangkan untuk sikap ibu yang positif (43,75%) dan sikap ibu yang negatif (56,25%). Untuk itu petugas kesehatan di Kelurahan Merdeka Pematangsiantar hendaknya memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya dilakukan SADARI untuk membantu ibu mengetahui tentang SADARI.

Skripsi Keperawatan – Perilaku Primigravida dalam Mengatasi Mual Muntah Pada Masa Kehamilan di Klinik Bersalin Citra II Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Perilaku Primigravida dalam Mengatasi Mual Muntah Pada Masa Kehamilan di Klinik Bersalin Citra II Medan. Kehamilan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan janin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Selama kehamilan, terjadi mual muntah.

Mual muntah masa kehamilan adalah gangguan sistem pencernaan pada masa kehamilan yang biasanya timbul pada pagi hari yang disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan seperti hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin), estrogen dan progesteron. Sekitar 60-80 % primigravida mengaku pernah mengalami mual muntah. Sedangkan pada multigravida, kejadian mual muntah yang terjadi adalah sekitar 40-60% (Hanifa, 2006). Mual dan muntah yang paling sering terjadi adalah pada trimester pertama kehamilan, namun sekitar 12% ibu hamil masih mengalaminya hingga 9 bulan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku yang mencakup pengetahuan, sikap dan tindakan ibu primigravida dalam mengatasi mual muntah pada masa kehamilan di Klinik Bersalin Citra II Medan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif dan metode sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah populasi sebanyak 85 orang. Hasil penelitian ini diuji dengan komputerisasi dan didapatkan tingkat pengetahuan baik sebesar 37,7%, pengetahuan sedang sebesar 54,1%, tingkat pengetahuan kurang sebesar 8,2%, penilaian sikap positif sebesar 80%, sikap negatif sebesar 20%, sedangkan untuk tindakan baik sebesar 23,6%, tindakan sedang sebesar 75,3% dan tindakan kurang sebesar 1,1%.

Pengetahuan, sikap dan tindakan ibu primigravida dalam mengatasi mual muntah pada masa kehamilan ini dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, penghasilan dan pengalaman ibu saat mendapat penyuluhan tentang cara-cara mengatasi mual muntah pada masa kehamilan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat maupun tenaga kesehatan lain yang bertugas di Klinik Bersalin Citra II Medan agar dapat lebih meningkatkan mutu dan kualitas asuhan keperawatan yang mencakup pemberian pendidikan kesehatan dan konseling tentang masalah-masalah yang terjadi selama kehamilan termasuk keluhan mual muntah pada masa kehamilan.

Skripsi Keperawatan – Pengetahuan dan Sikap ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini di Poliklinik Ibu Hamil RSUD dr R.M Dr. R.M Djoelham Binjai

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengetahuan dan Sikap ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini di Poliklinik Ibu Hamil RSUD dr R.M Dr. R.M Djoelham Binjai. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah meletakkan bayi di atas dada atau perut ibu segera setelah dilahirkan dan membiarkan bayi mencari puting ibu kemudian menghisapnya setidaknya satu jam setelah kelahiran. Manfaat IMD bagi ibu adalah merangsang produksi oksitosin dan prolaktin, meningkatkan keberhasilan produksi ASI, meningkatkan jalinan kasih sayang ibu dan bayi. IMD belum banyak diketahui masyarakat bahkan juga petugas kesehatan.

Hal ini karena IMD merupakan ilmu pengetahuan yang baru bagi masyarakat Indonesia. Keberhasilan suatu tindakan IMD akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan pelaksana melakukan IMD. Dalam hal ini pelaksana langsung IMD adalah ibu bersama bayinya. Kesiapan ibu dalam melaksanakan IMD sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu hamil. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang IMD di Poliklinik Ibu Hamil (PIH) RSUD Dr. RM Djoelham Binjai.

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang IMD di PIH RSUD Dr. R.M Djoelham Binjai. Pengambilan data dilakukan pada bulan juli 2010 selama satu bulan dan melibatkan 83 orang ibu hamil yang berkunjung ke PIH RSUD Dr. R.M Djoelham Binjai. Berdasarkan pengetahuan ibu hamil menunjukkan bahwa 17 orang (20,5%) memiliki pengetahuan baik, 59 orang (71,1%) memiliki pengetahuan yang cukup, 6 orang (7,2%) memiliki pengetahuan kurang dan 1 orang memiliki pengetahuan buruk (1,2%). Berdasarkan sikap ibu hamil 81 orang (97,6%) memiliki sikap yang positif dan 2 orang (2,4%) memiliki sikap negatif tentang IMD. Disarankan pada pelayanan keperawatan agar menggalakkan kegiatan pendidikan kesehatan terutama tentang IMD, sehingga ibu hamil mengetahui manfaatnya dan mau bekerjasama melaksanakan IMD.

Skripsi Keperawatan – Pola Aktivitas Pasien Rheumatoid Arthritis di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pola Aktivitas Pasien Rheumatoid Arthritis di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Rheumatoid arthritis merupakan suatu penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan persendian. Pasien yang terkena penyakit rheumatoid arthritis dapat mengkibatkan aktivitas sehari-harinya terganggu. Faktor yang mempengaruhi rheumatoid arthritis sampai sekarang belum diketahui pasti.

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pola aktivitas pasien rheumatoid arthritis di Polikilinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rheumatoid arthritis yang berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Cara pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah convinience sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 17 pasien yang ditentukan dengan menggunakan kriteria. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner data demografi dan kuesioner pola aktivitas pasien Rheumatoid arthritis.

Pengumpulan data dilakukan mulai dari bulan Juni sampai dengan Juli 2010, melalui penyebaran kuesioner kepada responden di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa 17 responden yang diteliti, pasien yang mengalami pola aktivitasnya terganggu sebanyak 14 orang (82,3%) dan yang tidak terganggu aktivitasnya berjumlah 3 orang (17,7%). Untuk itu diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien rheumatoid arthritis dan dapat dilakukan dengan penyuluhan tentang terjadinya gangguan aktivitas sehari-hari.

Skripsi Keperawatan – Karakteristik Koping Wanita Yang Mengalaml Abortus Di Kota Tapaktuan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Karakteristik Koping Wanita Yang Mengalaml Abortus Di Kota Tapaktuan. Abortus (keguguran) merupakan salah satu penyebab perdarahan yang terjadi pada kehamilan trimester pertama dan kedua. Perdarahan ini dapat menyebabkan berakhiraya kehamilan atau kehamilan terus berlanjut. Secara klinis 10-15% kehamilan yang terdiagnosis berakhir dengan abortus.

Abortus dapat menyebabkan perdarahan yang hebat sehingga dapat menyebabkan syok, perforasi, infeksi, dan kerusakan faal ginjal {renal failure). Selain menimbulkan dampak fisik, abortus juga dapat menyebabkan efek psikologis yang buruk pada wanita yang mengalaminya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik koping wanita yang mengalami abortus di Kota Tapaktuan. Penelitian ini dilakukan sejak tanggal 20 Juli sampai dengan 30 September 2009, dengan desain penelitian deskriptif eksploratif.

Populasi adalah wanita yang mengalami abortus dalam satu tahun terakhir, pernah dirawat di BPK RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan dan berdomisili di Kota Tapaktuan. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik total sampling yaitu pada 50 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koping adaptif pada wanita yang mengalami abortus sebanyak 45 orang (90%) dan koping maladaptif 5 orang (10%). Koping adaptif didukung oleh faktor-faktor umur, spiritualiti/keyakinan, dan pendidikan responden.

Koping maladaptif cenderung pada wanita yang mengalami abortus pada kehamilan pertama dan kedua. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada perawat agar dapat memberikan asuhan keperawatan wanita yang mengalami abortus secara holistik meliputi bio, psiko, sosio, dan spiritual, sehingga wanita yang mengalami abortus dapat menjalani masa dukanya dengan normal.

Skripsi Keperawatan – Efektifitas Bunga Rosella untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi di Desa Sunggal Kanan Dusun V Deli Serdang

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Efektifitas Bunga Rosella untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi di Desa Sunggal Kanan Dusun V Deli Serdang. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Bunga rosella merupakan salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan tujuan untuk mengidentifikasi efektivitas bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi di Desa Sunggal Kanan Dusun V Deli Serdang. Pemberian seduhan bunga rosella segar dalam penelitian ini dilakukan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut, melibatkan 12 orang responden yang diambil berdasarkan teknik total sampling. Uji paired t-test digunakan mengidentifikasi keefektifan seduhan bunga rosella segar dengan membandingkan tekanan darah pre dan post pemberian seduhan bunga rosella segar. Hasil penelitian menemukan bahwa 66.7 % (8 orang) responden berada pada hipertensi ringan sebelum pemberian seduhan bunga rosella segar. Sedangkan setelah pemberian seduhan bunga rosella segar didapatkan 75 % (9 orang) responden tekanan darah menjadi normal, 16.7 (2 orang) normal tinggi dan hanya 8.3% (1 orang ) hipertensi ringan. Perbedaan tekanan darah pre dan post pemberian seduhan bunga rosella segar menunjukkan signifikansi dengan sistolik: t = 5.5, p = 0.000 dan diastolik: t = 6.6, p = 0.000). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bunga rosella efektif terhadap penurunan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi.

Skripsi Keperawatan – Hubungan Antara Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Dengan Insiden Diare Pada Bayi 0-6 Bulan di Puskesmas Aek Goti Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Antara Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Dengan Insiden Diare Pada Bayi 0-6 Bulan di Puskesmas Aek Goti Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/ anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Pemberian makan sebelum bayi berumur 6 bulan mengakibatkan bayi sangat rentan untuk mengalami diare, salah satu cara yang digunakan adalah dengan pemberian ASI tanpa disertai makanan pendamping ASI sampai bayi berusia 6 bulan. Penelitian deskriptif ini, melibatkan 40 orang di Puskesmas Aek Goti Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa 45% bayi telah mendapatkan MPASI pada usia 5-6 bulan, 42,5% usia 3-4 bulan dan 12,5% usia 0-2 bulan. Sementara itu 65% bayi berusia 0-6 bulan dalam kategori tidak pernah mengalami diare, 35% pernah mengalami diare, dimana 25% diantaranya pernah mengalami diare 1 kali, 7,5% pernah mengalami diare 2 kali dan 2,5% pernah mengalami diare lebih dari 2 kali.

Hasil Analisa statistik menunjukan bahwa pemberian makanan pendamping ASI dini berhubungan secara positif dengan insiden diare pada bayi 0-6 bulan (r = 0.287 ). Hasil analisa statistik dalam penelitian ini adalah bahwa hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI dini berhubungan secara positif denan insiden diare (r= 0,287). Hasil analisa hubungan kedua variabel tersebut tidak memiliki nilai signifikansi yang dapt diterima dimana p > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa penelitian ditolak, artinya bahwa pernyataan hipotesa adanya hubungan antara pemberian makanan pendamping asi dini dengan insidensi diare tidak dapat diterima. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perawat untuk memberikan informasi yang benar tentang pemberian MPASI setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan.

Skripsi Keperawatan – Perbedaan Tekanan Darah Sisi Tangan yang Lumpuh dengan Sisi Tangan yang Normal pada Pasien Stroke di RSUP Adam Malik Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Perbedaan Tekanan Darah Sisi Tangan yang Lumpuh dengan Sisi Tangan yang Normal pada Pasien Stroke di RSUP Adam Malik Medan. Penyakit stroke merupakan kelainan otak akibat proses patologi pada sistem pembuluh darah otak. Proses ini dapat berupa penyumbatan lumen pembuluh darah oleh trombosis atau emboli, pecahnya dinding pembuluh darah otak. Adanya kerusakan pada pembuluh darah otak menurunkan kemampuan otak untuk mengontrol pergerakan-pergerakan otot.

Tekanan darah menggambarkan interaksi dari curah jantung, tekanan vaskular perifer, volume darah, viskositas darah dan elastisitas arteri. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengukuran tekanan darah dalam penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yang dimulai tanggal 22 Juni sampai 22 Juli 2010. Berdasarkan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 19 responden.

Responden penelitian ini semua jenis stroke dengan hemiplegia salah satu sisi. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada kedua sisi tangan responden. Data dicatat dalam lembar observasi tekanan darah. Berdasarkan hasil analisa data dengan uji independent t-test (Sistolik : F= 0.034, t= 1.112, p = 0.856) dan diastolik pada kedua sisi tangan (Diastolik : F= 0.071, t = 1.059, p = 0.791 ). Hasil uji statistik menunjukkan tekanan sistolik dengan nilai p = 0,8566 (> 0,05), dan tekanan diastolik p = 0.791(> 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan.

Kesimpulan dari penemuan penelitian ini menunjukkan hasil tidak ada perbedaan tekanan darah sisi tangan yang normal dengan sisi tangan yang lumpuh. Peneliti menyarankan penting melakukan pengukuran tekanan darah pada kedua sisi tangan, karena pada salah satu tangan saja bisa menyebabkan interpretasi hasil yang kurang tepat. Sebab kedua sisi tangan mempunyai peluang atau kemungkinan yang sama untuk memberikan hasil yang lebih tinggi atau lebih rendah. Namun apabila terjadi perbedaan kedua sisi, disarankan yang digunakan pada sisi tangan yang normal.

Skripsi Keperawatan – Pengetahuan Keluarga Dalam Penatalaksanaan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Yang Terjadi Pada Balita Di Rumah Di Lingkungan VI Kelurahan Pasar Merah Timur Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengetahuan Keluarga Dalam Penatalaksanaan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Yang Terjadi Pada Balita Di Rumah Di Lingkungan VI Kelurahan Pasar Merah Timur Medan. Kecelakaan adalah kejadian (peristiwa) yang menyebabkan orang celaka. Kecelakaan pada balita dapat menyebabkan cacat yang menetap bahkan kematian.

Cacat ini memiliki dampak buruk yang luar biasa pada perkembangan anak serta produktivitasnya di masa depannya, juga pada keuangan, dan emosi keluarga. Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah untuk memberikan pertolongan pertama ditempat kejadian dengan cepat dan tepat sebelum tenaga medis datang atau sebelum korban dibawa kerumah sakit agar kejadian yang lebih buruk dapat dihindari.

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga dalam penatalaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan yang terjadi pada balita di rumah di Lingkungan VI Kelurahan Pasar Merah Timur Medan. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel 86 responden.

Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2010. Instrument penelitian menggunakan kuisioner pengetahuan dalam penatalaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan pada balita yang terjadi di rumah. Berdasarkan hasil data demografi: mayoritas usia 18-27 tahun (48,8%), Pendidikan SMA (55,8%). Berdasarkan analisa statistik, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pengetahuan baik (59,3%), pengetahuan cukup (38,4%), dan pengetahuan kurang (2,3%). Jadi berdasarkan hasil di atas bahwa sebagian besar keluarga mempunyai pengetahuan yang baik. Dengan pengetahuan yang baik, maka keluarga dapat menjalankan fungsi keluarga dengan benar yaitu asih, asuh dan asah. Disarankan agar peneliti selanjutnya untuk mengidentifikasi perilaku keluarga terhadap pencegahan kecelakaan yang terjadi pada balita.

Skripsi Keperawatan – Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Setiap individu membutuhkan rasa nyaman. Kebutuhan rasa nyaman ini dipersepsikan berbeda pada setiap orang. Kondisi ketidaknyamanan yang paling sering dihadapi klien adalah nyeri. Nyeri merupakan sensasi ketidaknyamanan yang bersifat individual.

Klien merespon nyeri yang dialaminya dengan beragam cara, misalnya berteriak, meringis, dan lain-lain. Oleh karena nyeri bersifat subjektif, maka perawat mesti peka terhadap sensasi nyeri yang dialami klien Dalam konteks keperawatan, perawat harus memperhatikan dan memenuhi rasa nyaman. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yang bertujuan untuk mengkaji nilai dari intensitas nyeri dan perilaku nyeri pada pasien pasca bedah ORIF. 34 pasien pasca bedah ORIF didapatkan dengan metode purposive sampling di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Data yang didapatkan bersumber dari hasil pengukuran menggunakan instrumen ukur data demografi, Skala Numerik Intensitas Nyeri/PNRS dan Laporan Observasi Perilaku Nyeri (Pain Behavior Observation Protocol). Uji validitas dan reabilitas instrument dalam penelitian ini tidak dilakukan karena penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan juga penelitian ini telah mendapatkan uji validitas dan reabilitas dengan hasil valid oleh para peneliti sebelumnya. Pengukuran ini dilakukan selama 3 hari berturut-turut, yang penyajiannya dalam bentuk tabel distribusi.

Hasil penelitian perilaku nyeri menunjukkan bahwa nilai yang dihasilkan berbanding lurus dengan intensitas nyeri yang dihasilkan. Hasil penelitian diatas dirincikan berdasarkan lama hari rawatan yaitu pada hari ke-2 hari rawatan pasca bedah ORIF, Intensitas nyeri terbanyak yang dimiliki responden adalah intensitas nyeri berat yaitu 33 orang (97,6%), dan jumlah responden yang memiliki intensitas nyeri sedang 1 orang (2,9%). Sedangkan perilaku nyeri hari ke-2 setelah pembedahan perilaku nyeri kategori tinggi sebanyak 22 orang (64,7%), perilaku nyeri kategori sedang sebanyak 12 orang (35,3%). Jadi semakin banyak hari rawatan pasca bedah ORIF, maka semakin sedikit respon nyeri yang dihasilkan.

Skripsi Keperawatan – Faktor-Faktor Penyebab Klien Memilih Terapi Alternatif Pijat Refleksi di Kota Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Faktor-Faktor Penyebab Klien Memilih Terapi Alternatif Pijat Refleksi di Kota Medan. Pengguna terapi alternatif pijat refleksi semakin diminati, dimana pemilihan terapi alternatif ini didasari oleh beberapa faktor yaitu faktor sosial, ekonomi, budaya, psikologis, kejenuhan terhadap pelayanan medis, manfaat dan keberhasilan, pengetahuan dan persepsi tentang sakit dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab klien memilih terapi alternatif pijat refleksi dengan menggunakan desain penelitian deskriptif.

Pengambilan sampel secara convenience sampling di Refleksi Angel dengan jumlah sampel 102 orang.. Berdasarkan data penelitian tentang karakteristik responden mayoritas pada kelompok usia 20-39 tahun (54%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (50%), agama Islam (50%), suku Tionghoa (31%), pekerjaan wiraswasta (49%), Penghasilan per bulan >Rp.2.000.000 (57%). Keluhan utama mereka untuk terapi alternatif pijat refleksi ada mencari kebugaran (61%).

Hasil analisa menunjukkan bahwa alasan klien memilih terapi alternatif pijat refleksi ditinjau berdasarkan masing-masing faktor adalah faktor pengetahuan dari aspek alternatif ini pijat refleksi tidak sama dengan dukun (100%), faktor budaya dari aspek alternatif ini berasal dari budaya kuno (95%), faktor sosial dari aspek alternatif ini karena yakin dengan pijat refleksi (92%), faktor psikologi dari aspek alternatif ini setelah pijat refleksi merasakan kenyamanan (90%), persepsi tentang sakit dan penyakit dari aspek alternatif ini pijat refleksi yang saling melengkapi dengan medis (90%), faktor manfaat dan keberhasilan dari aspek alternatif ini setelah pijat refleksi penyakit jarang kambung (88%), faktor ekonomi dari aspek alternatif ini dipilih karena biaya yang lebih murah (87%), dan faktor kejenuhan terhadap pelayanan medis aspek dari alternatif ini sudah sering datang ke dokter (83%). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar meneliti faktor yang paling berpengaruh terhadap pemilihan terapi alternatif pijat refleksi dan efektifitas pijat refleksi terhadap salah satu penyakit.

Skripsi Keperawatan – Motivasi Masyarakat Berkunjung ke Posyandu Binaan Puskesmas Padang Bulan Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Motivasi Masyarakat Berkunjung ke Posyandu Binaan Puskesmas Padang Bulan Medan. Motivasi merupakan keinginan di dalam diri individu yang mendorongnya untuk bertindak. Motivasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses yang dapat menampilakan perilaku untuk mencapai tujuan dalam memuaskan kebutuhan dirinya baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari dari luar individu (motivasi ekstrinsik).

Seseorang yang mempunyai motivasi berarti dia mempunyai keinginan untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi masyarakat berkunjung ke Posyandu, dengan menggunakan desain deskriptif dengan teknik pengambilan sampel convenient pada 88 orang responden. Karakteristik responden mayoritas dewasa muda pada rentang usia 20-30 tahun (51,2%), suku Batak (40,9%), beragama Islam (70,5%), pendidikan SMU (42,0%) dan pekerjaan terbanyak wiraswasta (34,1%) dengan penghasilan Rp 800.000,- perbulan (52,2%).

Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Motivasi Masyarakat Berkunjung ke Posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan berada pada kategori tinggi (37,6%) dan (35,5%) masyarakat memiliki motivasi yang sedang. Penelitian ini juga memberikan gambaran mengenai motivasi intrinsik dan juga ekstrinsik, yaitu diketahui mayoritas masyarakat memiliki motivasi intrinsik tinggi (54,5%) sedangkan motivasi ekstrinsik masyarakat mayoritas berada pada kategori sedang (52,3%).

Skripsi Keperawatan – Pemanfaatan Mengkudu (morinda citrifolis) pada Tekanan Darah di Beringin Pasar VII tembung Kecamatan Percut Sei Tuan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pemanfaatan Mengkudu (morinda citrifolis) pada Tekanan Darah di Beringin Pasar VII tembung Kecamatan Percut Sei Tuan. Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi memang bukan pembunuh sejati. Tetapi penyakit ini digolongkan sebagai the selent killer (pembunuh diam-diam). Pemanfaatan Mengkudu (morinda citrifolis) merupakan salah satu terapi non farmakologis yang ditawarkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Dimana mengkudu (morinda citrifolis) mengandung senyawa scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar saluran pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah sehingga berkhasiat mengatasi penyempitan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional. Pemanfaatan megkudu (morinda citrifolis) dalam penelitian ini dilakukan selama 7 hari sebanyak 2 kali sehari mulai tanggal 23 Agustus sampai 29 Agustus 2010.

Berdasarkan jumlah populasi jika populasi kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua untuk dijadikan sampel penelitian (total sampling), sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Berdasarkan teknik total sampling diperoleh sampel sebanyak 14 orang. Sampel ini terbagi dalam 2 kelompok, 7 orang kelompok yang menggunakan mengkudu dan 7 orang kelompok yang tidak menggunakan mengkudu.

Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran tekanan darah pre dan post pemanfaatan mengkudu, dan datanya dicatat dalam lembar observasi tekanan darah. Kemudian data penelitian ini di analisa dengan uji statistik deskripif dan odds ratio . Berdasarkan hasil analisa data dengan uji odds ratio menunjukkan bahwa responden yang memanfaatkan mengkudu 36 kali lebih besar mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan responden yang tidak memanfaatkan mengkudu.

Penemuan ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemanfaatan mengkudu (morinda citrifolis) dan juga terdapat perbedaan tekanan darah yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok yang tidak memanfaatkan mengkudu. Kesimpulan dari penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa megkudu (morinda citrifolis) dapat dimanfaatkan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi

Skripsi Keperawatan – Kemampuan Fungsional Lansia Di Panti Werdha UPT.Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dan Anak Balita Wilayah Binjai Dan Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Kemampuan Fungsional Lansia Di Panti Werdha UPT.Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dan Anak Balita Wilayah Binjai Dan Medan. Pengkajian kemampuan fungsional sangat penting, terutama ketika terjadi hambatan pada kemampuan lansia dalam melaksanakan fungsi kehidupan sehari – harinya. Kemampuan fungsional merupakan pengukuran kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari – hari secara mandiri.

Gangguan fisik akan membatasi kemampuan lansia untuk melakukan aktivitas. Hal ini diketahui dari data seluruh lansia di Panti UPT.Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dan Anak Balita Wilayah Binjai Dan Medan menderita reumatik sebanyak 40 orang, penderita diabetes militus sebanyak 86 orang, penderita hipertensi sebanyak 82 orang, penderita asma sebanyak 75 orang, dan penyakit lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tentang gambaran kemampuan fungsional lansia di Panti Werdha UPT.

Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dan Anak Balita Wilayah Binjai Dan Medan. Jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian sebanyak 47 orang lansia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober- Desember 2010.Di panti werdha UPT.Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dan Anak Balita Wilayah Binjai Dan Medan. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan fungsional lansia untuk mandi di panti werda binjai mayoritas mandiri yaitu 38 orang (80,9%), untuk berpakaian mayoritas mandiri yaitu 40 orang (85,1%). pergi ke toilet matoritas mandiri yaitu 36 orang (76,6%), untuk berpindah (jalan) mayoritas mandiri yaitu 36 orang (76,6%), untuk mengontrol BAK dan BAB mayoritas yang mandiri yaitu 44 orang (93,6%) dan untuk makan mayoritas mandiri yaitu 44 orang (93,6%).

Skripsi Keperawatan – Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemandirian Ibu dalam Merawat Diri dan Bayinya selama Periode Nifas Dini

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemandirian Ibu dalam Merawat Diri dan Bayinya selama Periode Nifas Dini. Masa nifas merupakan masa pemulihan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Kemandirian dalam merawat diri dan bayinya selama masa nifas penting agar pemulihan kesehatan segera tercapai. Perawatan ibu dan bayi selama masa nifas dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, motivasi, budaya, kepercayaan, pengalaman dan usia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kemandirian ibu dalam merawat diri dan bayinya selama periode nifas dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan desain deskripsi korelasi, dengan teknik total sampling sebanyak 31 orang. Karakteristik responden mayoritas berada pada rentang usia 23-28 tahun (45,2%), suku Jawa (51,6%), beragama Islam (90,3%), pendidikan SMU (61,3%) dan tidak bekerja (77,4%) dengan penghasilan Rp 800.000,- sampai Rp 1.500.000,- perbulan (45,2%), riwayat persalinan multipara (51,6%) dengan jumlah anak lebih dari satu (51,6%). Dari hasil uji bivariat dan dengan regresi linier ganda didapatkan nilai koefisien korelasi (R) untuk pengetahuan (R) = - 0,088, motivasi (R) = 0,041, budaya (R) = 0,002 dan kepercayaan (R) = 0,092. hasil hipotesis adalah menerima Hipotesis alternatif (Ha) faktor pengalaman dan usia. Hasil analisis regresi linier ganda menunjukkan bahwa tidak keseluruhan faktor yang diteliti mempengaruhi tingkat kemandirian ibu dalam merawat diri dan bayinya selama periode nifas dini.

Ada dua faktor yang berpengaruh yaitu faktor pengalaman dengan nilai signifikansi yang dapat diterima yaitu (Sig = 0,046) dengan koefisien korelasi (R) = 0,362 dan faktor usia dengan nilai signifikansi yang dapat diterima (Sig = 0,032) dengan koefisien korelasi (R) = 0,387 yang artinya hubungan faktor pengalaman dan usia terhadap tingkat kemandirian ibu positif dengan interpretasi lemah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu ibu nifas dalam merawat diri dan bayinya selama periode nifas menjadi lebih baik dan mandiri.

Skripsi Keperawatan – Pengetahuan keluarga tentang gizi dan status gizi BALITA di Kelurahan Lingkungan II Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengetahuan keluarga tentang gizi dan status gizi BALITA di Kelurahan Lingkungan II Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. WHO menyatakan bahwa gizi adalah pilar utama dari kesehatan dan kesejahteraan sepanjang siklus kehidupan. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat memegang peranan besar dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Dalam fungsi keluarga, yaitu fungsi perawatan kesehatan, keluarga haruslah memiliki kesadaran dan pengetahuan yang baik mengenai gizi keluarga, khususnya gizi BALITA.

Usia BALITA merupakan momentum penting dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia, dan pada masa ini terjadi pembentukan kepribadian dan kecerdasan, maka untuk mewujudkan BALITA yang sehat adalah dengan memenuhi kebutuhan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan keluarga tentang gizi dan status gizi BALITA di Kelurahan Lingkungan II Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai BALITA di Kelurahan Lingkungan II Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2010 dan menggunakan kuesioner yang terdiri dari data demografi, pengetahuan keluarga tentang gizi, dan format penilaian status gizi BALITA berdasarkan standar WHO-NCHS, 1983.

Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga tentang gizi berada dalam kategori baik 82 responden (82,8%) dan kategori sedang 17 responden (17,8%). Penilaian berat badan BALITA menurut umur didapatkan bahwa sebanyak 91 BALITA (91,91%) memiliki status gizi baik, 8 BALITA (8,08%) memiliki status gizi sedang. Dengan pengetahuan yang baik khususnya mengenai kesehatan, keluarga akan lebih mudah memahami masalah kesehatan yang ada, baik yang potensial maupun yang beresiko mengancam kesehatan keluarga. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa selain faktor ekonomi yang baik, faktor lain yang tidak kalah penting dalam mewujudkan kesehatan BALITA yang baik adalah adanya kesadaran dan penngetahuan orangtua tentang gizi keluarga.

Skripsi Keperawatan – Faktor-faktor yang memperngaruhi Motivasi kerja perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Faktor-faktor yang memperngaruhi Motivasi kerja perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Motivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong seseorang berbuat untuk menyelesaikan tujuan yang diinginkan, motivasi diartikan juga sebagai keadaaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan motivasi kerja. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi, dengan pengambilan sampel seluruh populasi yang ada yaitu sebanyak 60 orang perawat pelaksana yang berstatus PNS yang bertugas diruang rawat inap RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20 Pebruari 2010 sampai dengan 30 Agustus 2010.

Berdasarkan analisa data didapatkan bahwa untuk faktorfaktor motivasi yang berdasarkan kebutuhan Maslow terdiri dari lima sub variabel, hasilnya didapat hanya satu faktor yang yang pengaruhnya signifikan yaitu kebutuhan merealisasi diri dalam motivasi kerja, untuk motivasi kerja pada perawat pelaksana di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang pada umum nya rendah. Berdasarkan uji korelasi dengan analisis chi square menunjukkan hasil pada: komponen kebutuhan fisiologi terhadap motivasi kerja pV=1,00, keamanan terhadap motivasi kerja pV=0,728, sosialisasi terhadap motivasi kerja pV=0,304, penghargaan terhadap motivasi kerja pV=0,532, aktualisasi diri terhadap motivasi kerja pV=0,048. Peneliti menyarankan kepada pihak manajemen RSUD Kabupaten Aceh Tamiang hendaknya peningkatan motivasi dengan cara-cara yang baik terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar personal terus dikembangkan demi menumbuhkan motivasi kerja yang tinggi pada perawat sehingga terciptanya peningkatan kinerja yang baik di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang.