Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok: Sosialisasi terhadap Kemampuan Sosialisasi Pasien Isolasi Sosial di Ruang Kamboja Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan. Salah satu terapi yang digunakan untuk mengatasi isolasi sosial ialah terapi aktivitas kelompok: sosialisasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan sosialisasi pasien isolasi sosial.
Desain penelitian ini adalah pre eksperimen jenis one group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 7 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan sosialisasi pasien isolasi sosial. Pengaruh tersebut ditunjukkan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,005). Terapi aktivitas kelompok sosialisasi direkomendasikan untuk dilaksanakan di rumah sakit secara rutin dengan memperhatikan homogenitas umur pasien dan memberikan Strategi Pertemuan (SP) sebelum pelaksanaan terapi aktivitas kelompok.
Minggu, 15 September 2013
Skripsi Keperawatan - Perilaku Ibu Postpartum Dalam Proses Pemberian ASI Pada Masyarakat Melayu di Kecamatan Medan Belawan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Perilaku Ibu Postpartum Dalam Proses Pemberian ASI Pada Masyarakat Melayu di Kecamatan Medan Belawan. Perilaku ibu postpartum dalam porses pemberian ASI adalah perilaku dimana ibu memberikan ASI kepada bayinya sesuai dengan kebutuhan bayi yang dapat ditinjau dari tingkat pengetahuan ibu, sikap dan keterampilan ibu dalam memberikan ASI.
Namun peranan budaya yang ada dimasyarakat sangatlah mempengaruhi proses terjadinya pembentukan perilaku seperti halnya dalam proses pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku ibu postpartum dalam proses pemberian ASI pada masyarakat melayu, dengan menggunakan desain dekiskriptif. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia 0-1 tahun yang masih diberi ASI.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 128 orang dan menggunakan tehnik cluster sampling. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2010 sampai dengan Januari 2011. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku ibu postpartum dikecamatan Medan Belawan khususnya pada masyarakat melayu berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 55.1%. untuk itu diharapkan peranan petugas kesehatan perlu ditingkatkan lagi untuk mendapatkan perilaku masyarakat yang lebih baik dalam pemberian ASI.
Namun peranan budaya yang ada dimasyarakat sangatlah mempengaruhi proses terjadinya pembentukan perilaku seperti halnya dalam proses pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku ibu postpartum dalam proses pemberian ASI pada masyarakat melayu, dengan menggunakan desain dekiskriptif. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia 0-1 tahun yang masih diberi ASI.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 128 orang dan menggunakan tehnik cluster sampling. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2010 sampai dengan Januari 2011. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku ibu postpartum dikecamatan Medan Belawan khususnya pada masyarakat melayu berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 55.1%. untuk itu diharapkan peranan petugas kesehatan perlu ditingkatkan lagi untuk mendapatkan perilaku masyarakat yang lebih baik dalam pemberian ASI.
Skripsi Keperawatan - Efektifitas Olahraga Penapasan Satria Nusantara terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Efektifitas Olahraga Penapasan Satria Nusantara terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan. Kemajuan ekonomi yang telah mengubah sosial ekonomi dan gaya hidup di negara berkembang telah menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit. Salah satu penyakit tersebut adalah hipertensi.
Satria Nusantara adalah salah satu penatalaksanaan non farmakologis pada hipertensi untuk menurunkan tekanan darah selain perubahan gaya hidup lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas olahraga pernapasan Satria Nusantara terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain penelitian pra-eksperimental yaitu one group pretest-postest design.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anggota baru di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 12 orang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Pebruari 2011 selama sebulan. Olahraga pernafasan pada penelitian ini dilakukan secara rutin selama 120 menit/ sesi, 3 kali/ minggu dalam waktu satu bulan.
Tekanan darah responden diukur sebelum dan setelah dilakukan olahraga pernapasan Satria Nusantara kemudian hasil pengukuran dicatat dalam lembar observasi. Setelah dilakukan pengumpulan data maka dilakukan analisa data dengan menggunakan uji Wicoxon. Perbedaan yang bermakna apabila nilai significancy p<0.05.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Satria Nusantara efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai p=0.001 untuk sistolik dan p= 0.002 untuk diastolik. Penelitian ini mengungkapkan keefektifitasan olahraga pernapasan Satria Nusantara terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan.
Satria Nusantara adalah salah satu penatalaksanaan non farmakologis pada hipertensi untuk menurunkan tekanan darah selain perubahan gaya hidup lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas olahraga pernapasan Satria Nusantara terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain penelitian pra-eksperimental yaitu one group pretest-postest design.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anggota baru di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 12 orang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Pebruari 2011 selama sebulan. Olahraga pernafasan pada penelitian ini dilakukan secara rutin selama 120 menit/ sesi, 3 kali/ minggu dalam waktu satu bulan.
Tekanan darah responden diukur sebelum dan setelah dilakukan olahraga pernapasan Satria Nusantara kemudian hasil pengukuran dicatat dalam lembar observasi. Setelah dilakukan pengumpulan data maka dilakukan analisa data dengan menggunakan uji Wicoxon. Perbedaan yang bermakna apabila nilai significancy p<0.05.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Satria Nusantara efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai p=0.001 untuk sistolik dan p= 0.002 untuk diastolik. Penelitian ini mengungkapkan keefektifitasan olahraga pernapasan Satria Nusantara terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan.
Skripsi Keperawatan - Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terhadap Kemampuan Pasien Perilaku Kekerasan dalam Mengendalikan Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terhadap Kemampuan Pasien Perilaku Kekerasan dalam Mengendalikan Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Perilaku kekerasan merupakan masalah utama yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi perilaku kekerasan terhadap kemampuan pasien dalam mengendallikan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa daerah Provsu Medan. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pre-post test, dengan jumlah responden 22 orang yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing dengan jumlah responden 11 orang serta teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden dan kuesioner strategi pelaksanaan komunikasi. Hasil analisa data dengan menggunakan uji pair t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan psikomotor pasien perilaku kekerasan pada kelompok intervensi sebelum dan setelah intervensi (p value = 0,000; p<0,05). Perbedaan kemampuan psikomotor pasien parilaku kekerasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol adalah sebesar 10,18 (p value = 0,000; p<0,05). Sehingga direkomendasikan perlunya menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik yang sesuai standar agar pasien perilaku kekerasan dapat meningkatkam kemampuan mengendalikan perilaku kekerasan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi perilaku kekerasan terhadap kemampuan pasien dalam mengendallikan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa daerah Provsu Medan. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pre-post test, dengan jumlah responden 22 orang yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing dengan jumlah responden 11 orang serta teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden dan kuesioner strategi pelaksanaan komunikasi. Hasil analisa data dengan menggunakan uji pair t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan psikomotor pasien perilaku kekerasan pada kelompok intervensi sebelum dan setelah intervensi (p value = 0,000; p<0,05). Perbedaan kemampuan psikomotor pasien parilaku kekerasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol adalah sebesar 10,18 (p value = 0,000; p<0,05). Sehingga direkomendasikan perlunya menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik yang sesuai standar agar pasien perilaku kekerasan dapat meningkatkam kemampuan mengendalikan perilaku kekerasan.
Skripsi Keperawatan - Analisa Faktor Penyebab Stres Dan Mekanisme Koping Pada Mahasiswa Profesi Keperawatan USU Angkatan 2006 Dalam Menghadapi Pendidikan Profesi NERS
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Analisa Faktor Penyebab Stres Dan Mekanisme Koping Pada Mahasiswa Profesi Keperawatan USU Angkatan 2006 Dalam Menghadapi Pendidikan Profesi NERS. Pendidikan Profesi Ners merupakan transformasi untuk menjadi perawat profesional. Stressor dapat terjadi yang diakibatkan oleh kondisi lingkungan kerja dan kondisi personal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres dan mekanisme koping mahasiswa profesi keperawatan USU angkatan 2006 dalam menghadapi pendidikan profesi ners serta mengatahui faktor penyebab stres dan mekanisme koping yang paling dominan. Desain penelitian adalah deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Sampel sebanyak 51 orang.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 Februari 2011. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner stres dan mekanisme koping mahasiswa keperawatan USU yang meliputi data demografi dan pertanyaan terkait stres dan mekanisme koping mahasiswa profesi USU. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisa deskriptif untuk menentukan distribusi frekuensi dan persentase serta analisis regresi linier ganda dengan metode backward untuk faktor dominan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akibat kondisi sosial ekonomi dari faktor kondisi personal merupakan faktor dominan penyebab stres mahasiswa pendidikan profesi ners dengan diperoleh nilai P-value=0,005. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor kondisi personal yaitu kondisi sosial ekonomi menimbulkan stres pada mahasiswa dan menggunakan mekanisme koping planful problem solving. Institusi pendidikan keperawatan USU agar dapat memberikan penjelasan yang baik pada mahasiswa tentang pendidikan profesi ners, juga mengenalkan dan mengakrabkan mahasiswa pada lingkungan rumah sakit, salah satunya dengan mengadakan kunjungan/pertemuan dari pihak rumah sakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres dan mekanisme koping mahasiswa profesi keperawatan USU angkatan 2006 dalam menghadapi pendidikan profesi ners serta mengatahui faktor penyebab stres dan mekanisme koping yang paling dominan. Desain penelitian adalah deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Sampel sebanyak 51 orang.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 Februari 2011. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner stres dan mekanisme koping mahasiswa keperawatan USU yang meliputi data demografi dan pertanyaan terkait stres dan mekanisme koping mahasiswa profesi USU. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisa deskriptif untuk menentukan distribusi frekuensi dan persentase serta analisis regresi linier ganda dengan metode backward untuk faktor dominan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akibat kondisi sosial ekonomi dari faktor kondisi personal merupakan faktor dominan penyebab stres mahasiswa pendidikan profesi ners dengan diperoleh nilai P-value=0,005. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor kondisi personal yaitu kondisi sosial ekonomi menimbulkan stres pada mahasiswa dan menggunakan mekanisme koping planful problem solving. Institusi pendidikan keperawatan USU agar dapat memberikan penjelasan yang baik pada mahasiswa tentang pendidikan profesi ners, juga mengenalkan dan mengakrabkan mahasiswa pada lingkungan rumah sakit, salah satunya dengan mengadakan kunjungan/pertemuan dari pihak rumah sakit.
Skripsi Keperawatan - Hubungan Pengetahuan Pasien Hipertensi Dengan Kepatuhan Pasien Dalam Pelaksanaan Program Terapi Hipertensi Di Poliklinik Rawat Jalan RSUP Haji Adam Malik Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Pengetahuan Pasien Hipertensi Dengan Kepatuhan Pasien Dalam Pelaksanaan Program Terapi Hipertensi Di Poliklinik Rawat Jalan RSUP Haji Adam Malik Medan. Hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik dapat meningkatkan terjadinya komplikasi penyakit kardiovaskular (stroke, jantung koroner, aterosklerosis, hipertropi bilik kiri), gangguan pada mata dan gangguan ginjal serta penurunan usia harapan hidup.
Berdasarkan hal tersebut diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi hipertensi untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Kepatuhan mencakup kombinasi antara pengontrolan tekanan darah dan penurunan faktor resiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien hipertensi dengan kepatuhan pasien dalam melaksanakan program terapi.
Penelitian ini dilaksanakan di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tanggal 1 Maret 2011-31 Maret 2011 terhadap 52 responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan sampel pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien.
Analisis data dilakukan secara bertahap mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho karena data yang berdistribusi tidak normal pada program SPSS version 17.0. Hasil analisa data menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki pengetahuan yang baik tentang hipertensi sebanyak 42 orang (80,8%), dan patuh terhadap program terapi yang dianjurkan dokter sebanyak 43 orang (82,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Spearman rho variabel pengetahuan memiliki nilai level of significance (α) yaitu 0,191 (p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pasien. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan pasien hipertensi dengan kepatuhan pasien dalam pelaksanaan program terapi di Poliklinik Rawat Jalan RSUP Haji Adam Malik Medan.
Berdasarkan hal tersebut diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi hipertensi untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Kepatuhan mencakup kombinasi antara pengontrolan tekanan darah dan penurunan faktor resiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien hipertensi dengan kepatuhan pasien dalam melaksanakan program terapi.
Penelitian ini dilaksanakan di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tanggal 1 Maret 2011-31 Maret 2011 terhadap 52 responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan sampel pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien.
Analisis data dilakukan secara bertahap mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho karena data yang berdistribusi tidak normal pada program SPSS version 17.0. Hasil analisa data menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki pengetahuan yang baik tentang hipertensi sebanyak 42 orang (80,8%), dan patuh terhadap program terapi yang dianjurkan dokter sebanyak 43 orang (82,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Spearman rho variabel pengetahuan memiliki nilai level of significance (α) yaitu 0,191 (p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pasien. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan pasien hipertensi dengan kepatuhan pasien dalam pelaksanaan program terapi di Poliklinik Rawat Jalan RSUP Haji Adam Malik Medan.
Skripsi Keperawatan - Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUP Haji Adam Malik Medan
Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUP Haji Adam Malik Medan. Ada empat faktor yang dibahas yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK yaitu status nutrisi, kondisi komorbid, lama menjalani hemodialisa, penatalaksanaan medis.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor yang paling dominan dari empat faktor tersebut yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK. Sampel pada penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUP HAM Medan yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dimana penelitian ini menggunakan instrumen berbentik pilihan yang dichecklist.
Analisa data yang digunakan menggunakan uji korelasi pearson dan spearman serta regresi linear. Hsail penelitian menunjukkan bahwa (1) uji korelasi spearman status nutrisi dan kualitas hidup diperoleh r = 0,382 dan p = 0,031 artinya terdapat hubungan yang signifikan tapi bersifat lemah; (2) uji korelasi pearson kondisi komorbid dan kualitas hidup diperoleh r = 0,568 dan p = 0,001 artinya terdapat hubungan yang signifikan tapi bersifat sedang; (3) uji korelasi spearman lama menjalani hemodialisa dan kualitas hidup diperoleh r = 0,106 dan p = 0,291 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan tapi bersifat lemah; (4) uji korelasi spearman penatalaksanaan medis dan kualitas hidup diperoleh r = -0,078 dan p = 0,671 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan dan berlawanan arah; (5) uji regresi linear diperoleh persamaan Y = 59,581 + 3,522 X.
Berdasarkan hasil penelitian tampak bahwa kondisi komorbid berbanding lurus dengan kualitas hidup pasien GGK yang artinya kondisi komorbid mempunyai pengaruh terhadap kualitas hidup. Untuk itu penting dioptimalkan asuhan keperawatan terhadap kondisi komorbid yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien GGK baik dari segi pelayanan maupun pemberian pendidikan kesehatan yang dapat mendukung kondisi kesehatan pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor yang paling dominan dari empat faktor tersebut yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK. Sampel pada penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUP HAM Medan yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dimana penelitian ini menggunakan instrumen berbentik pilihan yang dichecklist.
Analisa data yang digunakan menggunakan uji korelasi pearson dan spearman serta regresi linear. Hsail penelitian menunjukkan bahwa (1) uji korelasi spearman status nutrisi dan kualitas hidup diperoleh r = 0,382 dan p = 0,031 artinya terdapat hubungan yang signifikan tapi bersifat lemah; (2) uji korelasi pearson kondisi komorbid dan kualitas hidup diperoleh r = 0,568 dan p = 0,001 artinya terdapat hubungan yang signifikan tapi bersifat sedang; (3) uji korelasi spearman lama menjalani hemodialisa dan kualitas hidup diperoleh r = 0,106 dan p = 0,291 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan tapi bersifat lemah; (4) uji korelasi spearman penatalaksanaan medis dan kualitas hidup diperoleh r = -0,078 dan p = 0,671 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan dan berlawanan arah; (5) uji regresi linear diperoleh persamaan Y = 59,581 + 3,522 X.
Berdasarkan hasil penelitian tampak bahwa kondisi komorbid berbanding lurus dengan kualitas hidup pasien GGK yang artinya kondisi komorbid mempunyai pengaruh terhadap kualitas hidup. Untuk itu penting dioptimalkan asuhan keperawatan terhadap kondisi komorbid yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien GGK baik dari segi pelayanan maupun pemberian pendidikan kesehatan yang dapat mendukung kondisi kesehatan pasien.
Langganan:
Postingan (Atom)
