Minggu, 15 September 2013

Skripsi Keperawatan – Pengalaman Ibu Primipara Yang Melahirkan Secara Seksio Sesarea

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengalaman Ibu Primipara Yang Melahirkan Secara Seksio Sesarea. Saat ini angka kejadian seksio sesarea semakin meningkat. Tingginya angka seksio sesarea diperkirakan karena alasan distosia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman ibu primipara yang melahirkan secara seksio sesarea di Helvetia. Desain penelitian yang digunakan kualitatif fenomenologi. Waktu penelitian Januari-Mei 2011, jumlah partisipan sebanyak tujuh orang.

Penelitian ini menemukan alasan ibu melahirkan secara seksio sesarea adalah kelainan jalan lahir, kelainan pada janin, kelainan kontraksi rahim, dan ketuban pecah sebelum waktunya. Perasaan yang ibu alami pre operasi adalah takut, bercampur aduk, pasrah dan tenang. Keadaan bayi saat lahir segera menangis.

Hal-hal yang ibu alami selama dirawat di rumah sakit pos operasi adalah kondisi awal pos operasi selama dua jam, mobilisasi dini pos operasi dan aktivitas dalam merawat bayi. Proses pemulihan yang ibu alami setelah pulang dari rumah sakit adalah aktivitas yang dapat dilakukan, aktivitas yang terhambat dan proses penyembuhan yang berjalan lancar serta lambat.

Tiga orang mengalami kelainan jalan lahir, dua orang mengalami kelainan pada janin, dua orang karena ketuban pecah sebelum waktunya. Semua bayi yang dilahirkan segera menangis. Perasaan ibu saat mendengar bayinya telah lahir adalah lega, haru dan senang. Mayoritas ibu mengalami aktivitas yang terhambat setelah operasi seksio sesarea. Mayoritas partisipan mengalami proses pemulihan yang lambat setelah operasi seksio sesarea. Diharapkan agar petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan penyuluhan tentang cara melahirkan yang aman, sehingga angka kejadian seksio sesarea yang tidak perlu dapat dihindari.

Skripsi Keperawatan – Perilaku Suami Suku Batak Toba Dalam Perawatan Ibu Nifas Di Kelurahan Kenangan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Perilaku Suami Suku Batak Toba Dalam Perawatan Ibu Nifas Di Kelurahan Kenangan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011. Angka kematian ibu dan bayi merupakan barometer pelayanan kesehatan. Di Indonesia angka kematian ibu sebesar 307/100.000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematin ibu sebagai akibat dari komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas.

Di Sumatera Utara angka kematian ibu nifas sebesar 59 orang (Profil Kesehatan Sumut, 2010) perawatan ibu nifas sangat penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi masa nifas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku suami suku batak toba dalam perawatan ibu nifas di Kelurahan kenangan Kabupaten Deli Serdang.

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan populasi semua suami suku batak toba yang mempunyai istri sedang masa nifas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling melalui wawancara dengan kuesioner dan hasil penelitian dianalisis dengan analisis univariat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari responden sebagian besar dengan umur 26-30 tahun sebanyak 16 orang (43.2%), sebagian besar berpendididkan SMA/STM sebanyak 21 orang (56,8%), sebagian besar mempunyai pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 18 orang (48.6%) dengan pengetahuan baik sebanyak 36 orang (97.3) dan sikap responden baik sebanyak 19 orang (51.4%), dan tindakan suami baik sebanyak 37 orang (100%). Maka dapat disimpulkan bahwa perilaku suami suku batak toba dalam merawat ibu nifas baik

Skripsi Keperawatan – Perawatan Penderita Stroke di Rumah oleh Keluarga Suku Batak Toba di Pematangsiantar

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Perawatan Penderita Stroke di Rumah oleh Keluarga Suku Batak Toba di Pematangsiantar. Perawatan penderita stroke di rumah oleh keluarga merupakan segala tindakan yang dilakukan keluarga demi mempertahankan kesehatan penderita stroke, seperti membantu aktivitas fisik setelah stroke, menangani kebersihan diri, menangani masalah makan dan minum, kepatuhan program pengobatan di rumah, mengatasi masalah kognitif dan emosional, dan pencegahan cedera/ jatuh.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perawatan penderita stroke di rumah oleh keluarga suku Batak Toba di Pematangsiantar. Desain penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 26 responden dengan tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Peneliti menentukan kriteria sampel yaitu keluarga suku Batak Toba asli, merupakan keluarga kandung dengan penderita stroke, dan bersedia menjadi responden.

Hasil penelitian menunjukkan perawatan penderita stroke di rumah oleh keluarga suku Batak Toba di Pematangsiantar dikategorikan baik sebanyak 19 responden (73,1%) dan cukup baik sebanyak 7 responden (26,9%). Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pantangan, anjuran/ kepercayaan, dan penggunaan obat tradisional dalam keluarga suku Batak Toba selama merawat anggota keluarganya yang sakit stroke.

Penelitian ini hanya memperhatikan perawatan penderita stroke di rumah oleh keluarga suku Batak Toba. Maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhi penggunaan pengobatan tradisional selama perawatan penderita stroke yang dilakukan keluarga di rumah serta pengaruh pengobatan tradisional terhadap pemulihan stroke.

Skripsi Keperawatan – Hubungan Tingkat Pendidikan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat Pada Keluarga Di Desa Simalingkar Kecamatan Pancurbatu

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Tingkat Pendidikan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat Pada Keluarga Di Desa Simalingkar Kecamatan Pancurbatu. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan , bina suasana dan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Perilaku hidup bersih sehat seseorang ditentukan oleh pengetahuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan salah satunya ádalah pendidikan. Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang kepada orang lain terhadap sesuatu hal agar mereka dapat memahami informasi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan kepala keluarga dengan perilaku hidup bersih sehat dalam keluarga di desa simalingkar kecamatan pancur batu. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan sampel berjumlah 91 orang.

Dari hasil penelitian kepala keluarga yang berpendidikan dasar proporsi PHBS buruk sebanyak 9 KK (9,9%), sedang sebanyak 19 KK (20,9%). Pada kepala keluarga yang berpendidikan menengah proporsi PHBS sedang sebanyak 33 KK (36,3%), baik sebanyak 2 KK (2,2%). Sedangkan pada yang berpendidikan tinggi proporsi PHBS sedang sebanyak 4 KK (4,4%), baik sebanyak 24 KK (26,4%). Berdasarkan analisis data diperoleh tingkat signifikansi (p) 0,00 dengan α = 0,05. Karena tingkat signifikansi (p) < 0,05 maka Ho ditolak atau dengan kata lain ada hubungan tingkat pendidikan kepala keluarga dengan perilaku hidup bersih sehat di Desa Simalingkar Kecamatan Pancur Batu.

Skripsi Keperawatan – Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Minum Obat di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Minum Obat di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan. Dukungan keluarga sangat diperlukan oleh penderita gangguan jiwa dalam memotivasi mereka selama perawatan dan pengobatan. Hal yang dapat memicu kekambuhan dan memperpanjang proses perawatan gangguan jiwa antara lain penderita tidak minum obat secara teratur.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Dengan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 32 orang responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen penelitian terdiri dari (1) kuesioner karakteristik responden, (2) kuesioner dukungan keluarga, dan (3) kuesioner kepatuhan minum obat.

Uji reliabilitas cronbach alpa pada kuesioner dukungan keluarga r = 0,755 dan kuesioner kepatuhan minum obat r = 0, 767. Hasil penelitian menunjukan bahwa 65,6% responden memberikan dukungan keluarga berada pada tingkatan yang baik 65,6%, 12,5% cukup dan 21,9% kurang. Sementara itu 62,5% pasien gangguan jiwa patuh meminum obat dan 37,5% tidak patuh meminum obat. Hasil analisa statistik menunjukan bahwa dukungan keluarga berhubungan secara positif dengan kepatuhan pasien minum obat (r = 0,566; p = 0,01).

Hal ini bermakna bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat. Dapat disimpulkan semakin tinggi dukungan keluarga dalam pengawasan minum obat maka kepatuhan pasien dalam minum obat juga semakin tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perawat dan keluarga untuk memberikan informasi yang benar dan mendukung perawatan pasien dengan gangguan jiwa.

Skripsi Keperawatan - Hubungan Peran Perawat Pelaksana dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Hubungan Peran Perawat Pelaksana dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan. Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi ginjal yang membuat kondisi pasien harus bergantung pada mesin hemodialisa seumur hidup. Pasien yang menjalani hemodialisa jangka panjang harus dihadapkan dengan berbagai masalah sehingga mempengaruhi kualitas hidupnya.

Perawat pelaksana berperan memberi asuhan keperawatan secara holistik sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat pelaksana dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan yang dilakukan pada tanggal 10 Februari-16 Maret 2011 dengan jumlah responden 32 orang.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pengambilan sampel purpusive sampling dan kriteria sampel adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa, dewasa, dan mandiri. Instrumen penelitian berupa kuesioner data demografi, kuesioner peran perawat, dan kuesioner kualitas hidup.

Hasil penelitian diuji dengan spearman rho dan menunjukkan peran peran perawat pelaksana mayoritas dalam kategori baik sebesar 90,6% (29 orang) dan kategori kurang baik sebesar 9,4% (3 orang) dan kualitas hidup pasien dalam kategori tinggi sebesar 62,5% (20 orang) dan kategori sedang sebesar 37,5% ( 12 orang). Dari uji koefisien korelasi Spearman rho didapat nilai p sebesar 0,002 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara peran perawat pelaksana dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa, kekuatan korelasi (r) = 0,521 yang mengidentifikasikan bahwa kekuatan hubungan dalam kategori sedang dan arah korelasi (+) yang artinya semakin baik peran perawat pelaksana, maka semakin tinggi pula kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Perlu dilakukan penelitian selanjutnya untuk mengidentifikasi pengaruh usia pertama kali menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa.

Skripsi Keperawatan - Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi pada Pasien Harga Diri Rendah terhadap Kemampuan Pasien dalam Meningkatkan Harga Diri di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan

Download Kumpulan Proposal dan Skripsi Keperawatan Lengkap – Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi pada Pasien Harga Diri Rendah terhadap Kemampuan Pasien dalam Meningkatkan Harga Diri di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Harga diri rendah merupakan salah satu masalah keperawatan utama yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Untuk mengatasi masalah harga diri rendah, perawat dapat memberikan tindakan keperawatan dengan menggunakan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik harga diri rendah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi terhadap kemampuan pasien harga diri rendah dalam meningkatkan harga diri dengan menggunakan uji t-test. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) menggunakan desain pre-post, dengan jumlah sampel 22 orang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing berjumlah 11 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling.

Intervensi yang dilakukan adalah dengan menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi untuk melaksanakannya pada kelompok intervensi yang terdiri dari dua sesi pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur kemampuan kognitif dengan metode wawancara dan lembar observasi penilaian kemampuan psikomotor yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian unpaired-test menunjukkan hasil yang sama yaitu p = 0.000 (p < 0.05), artinya ada perbedaan kemampuan kognitif dan psikomotor paasien dalam meningkatkan harga diri pre-post test pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan startegi pelaksanaan komunikasi harga diri rendah dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor pasien dalam meningkatkan harga diri.